PALU, MAL – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026 dengan menggelar Festival Rakyat Nusantara Palu.

Acara ini memadukan nonton bareng pertandingan, Expo UMKM, hiburan rakyat, serta berbagai kegiatan ekonomi kreatif untuk menggerakkan perekonomian lokal.

Festival, hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kodam XIII/Palaka Wira, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah, resmi dibuka Gubernur Anwar Hafid di Lapangan Immanuel, Kota Palu, Selasa (14/07), dan akan berlangsung hingga 20 Juli 2026.

Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah, menekankan bahwa momentum Piala Dunia tidak boleh hanya menjadi tontonan, melainkan harus mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Apa yang digagas Kadin ini sangat penting,” kata Gubernur Anwar Hafid. “Harapan Bapak Presiden, momentum Piala Dunia jangan kita lewatkan begitu saja, tetapi mari kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang produktif. Sambil menunggu waktu nonton bareng, UMKM kita harus hidup sehingga masyarakat mendapatkan manfaat ekonominya.”

Gubernur berharap Festival Rakyat Nusantara Palu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada malam hari ketika ribuan warga berkumpul menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

Ia meminta panitia memastikan stan UMKM tetap beroperasi hingga pertandingan berakhir agar peluang transaksi makin besar.

“Semoga semakin mendekati final nanti semakin ramai pengunjungnya. UMKM kita semakin hidup, pendapatan masyarakat meningkat, dan ekonomi rakyat benar-benar bergerak,” ujarnya.

Menurut Anwar Hafid, sepak bola tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajarkan sportivitas, kerja sama, disiplin, strategi, dan kemampuan membaca situasi. Nilai-nilai ini menjadi modal penting dalam membangun Sulawesi Tengah yang maju dan berdaya saing.

Festival Rakyat Nusantara Palu ini memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM. Ini bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mewujudkan visi Sulteng Nambaso.

Oleh karena itu, festival di Palu ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperluas pasar produk lokal dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha.

Pangdam XIII/Palaka Wira Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar menjelaskan, Festival Rakyat Nusantara Palu lahir dari semangat kerja sama memanfaatkan euforia Piala Dunia untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, acara ini membuktikan hiburan bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.

“Momentum Piala Dunia ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap selama tujuh hari pelaksanaan festival ini, UMKM memperoleh manfaat yang nyata dan masyarakat dapat menikmati suasana kebersamaan yang positif,” ujarnya.

Setelah membuka festival, Gubernur bersama Pangdam XIII/Palaka Wira, Kapolda Sulawesi Tengah, dan jajaran Forkopimda meninjau stan Expo UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan serta kuliner khas Sulawesi Tengah. ***