POSO, MAL – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Poso, tepatnya di jalur Trans Sulawesi kilometer 2, Desa Taripa, dalam lingkup hukum Polsek Pamona Timur.

Insiden yang terjadi Senin (3 Agustus) ini menyebabkan puluhan pohon durian milik warga hangus terbakar.

Dugaan awal mengindikasikan bahwa api berasal dari lokasi pembuangan sampah yang dibakar.

Kondisi vegetasi yang sangat kering akibat musim kemarau menyebabkan kobaran api meluas dengan cepat, merembet ke kawasan hutan muda, semak belukar, hingga area perkebunan warga di sekitar lokasi Karhutla Poso.

“Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah. Karena vegetasi sangat kering akibat kemarau, kobaran api dengan cepat merembet ke kawasan hutan dan perkebunan,” kata Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman.

IPTU Risman menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa kebakaran ini.

Namun, hasil pemeriksaan awal menguatkan dugaan api bermula dari pembakaran sampah yang tidak terkontrol.

Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meskipun demikian, kerugian material akibat insiden Karhutla Poso, terutama puluhan pohon durian yang hangus, masih dalam proses pendataan oleh pemerintah desa setempat.

Setelah beberapa jam dilakukan upaya pemadaman oleh petugas gabungan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.

Kendati demikian, petugas masih melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan lokasi karena masih ditemukan beberapa titik bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sebagai langkah pencegahan, IPTU Risman mengimbau seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Pencegahan jauh lebih penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.