SIGI, MAL – Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022 H. Anies Rasyid Baswedan menyampaikan kesaksian dan penghormatan mendalam terhadap almarhum Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri dalam peringatan Haul ke-5 yang digelar di Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (8/8/) pagi.

Testimoni Anies Rasyid Baswedan tersebut ditayangkan melalui video di hadapan ribuan jamaah yang menghadiri peringatan haul. Dalam kesaksiannya, Anies menggambarkan Habib Saggaf sebagai sosok ulama yang memiliki keluasan ilmu, rendah hati, bersahaja, serta berperan penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat.

Anies mengawali kesaksiannya dengan menyampaikan salam takzim kepada keluarga besar Habib Saggaf serta seluruh jamaah yang hadir dari berbagai daerah. Ia menyebut Habib Saggaf sebagai salah satu ulama yang meninggalkan keteladanan besar bagi umat dan bangsa.

Momen Anies Rasyid Baswedan bertandang ke kediaman Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri. Foto: Dokumen Media Alkhairaat

Anies memandang kepemimpinan Habib Saggaf di Alkhairaat selama hampir lima dekade memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Beliau (habib Saggaf bin Muhammad Aljufri-red) harta berharga negara, permata umat tiada tara,” kata Anies.

Ia menggambarkan Habib Saggaf sebagai pribadi yang teduh dan bersahaja. Menurutnya, keluasan ilmu yang dimiliki Habib Saggaf justru berjalan beriringan dengan sikap rendah hati dan kelembutan dalam berinteraksi dengan siapa pun.

Anies juga mengenang sikap Habib Saggaf yang tidak pernah membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang, keturunan, jabatan maupun harta. Menurut Anies, Habib Saggaf lebih mengedepankan amal kebaikan, ilmu dan akhlak dalam memandang seseorang.

Ia menguraikan sikap Habib Saggaf ketika bencana gempa, tsunami dan likuefaksi melanda Palu, Sigi dan Donggala pada 2018 silam. Di tengah situasi sulit kata Anies, Habib Saggaf disebut tetap memberikan pesan ketenangan kepada umat agar tidak larut dalam kesedihan dan terus bangkit menghadapi ujian.

Anies turut mengenang hubungan baiknya dengan Habib Saggaf. Ia mengatakan, setiap kali berkunjung, dirinya selalu mendapat sambutan hangat dan diperlakukan dengan penuh keramahan. Bahkan, Habib Saggaf disebut bersedia hadir dan duduk bersama ketika Anies menyampaikan pembicaraan dalam majelis ilmu.

Menurut Anies, sikap tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dari sosok Habib Saggaf, yakni semakin tinggi ilmu seseorang, semestinya semakin rendah hati dan bersahaja.
“Ilmu yang tinggi, hati yang rendah, bagai padi merunduk karena isinya. Semakin berilmu, semakin bersahaja,” ungkapnya.

Ia menilai warisan ilmu, kebijaksanaan dan keteladanan Habib Saggaf akan terus hidup melalui lembaga pendidikan Alkhairaat serta para murid dan alumninya yang tersebar di berbagai daerah.

“Fastabiqul khairat, berlomba-lombalah dalam kebaikan,” pungkasnya.