Pertumbuhan Ekonomi di Parimo Tahun 2020 Menurun

oleh -51 Kali Dilihat
Kepala BPS Parimo, Simon. (FOTO : media.alkhairaat.id/Mawan)

PARIMO – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng, mengalami penurunan diangka 4,92 persen, hal itu terukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Parimo mencatat, hal itu disebabkan karena tidak beropreasinya sejumlah sarana dan prasarana pendukung berupa kantong produksi pertanian. seperti daerah irigasi, di Kecamatan Palasa dan Bolano Lambunu.

Kepala BPS Parimo, Simon mengatakan, pemerintah kabupaten harus segera berbenah diri dengan kondisi saat ini, diharapkan kedepannya tidak terulang lagi.

“Seperti contoh banyak lahan yang beralih fungsi dari persawahan ke tanaman jagung yang berdampak besarnya penurunan produksi,” ungkapnya, ditemui Senin (16/08).

Ia menyampaikan, pemerintah kabupaten melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, harus melakukan langkah kongkrit untuk membenah daerah irigasi yang tidak beroperasi. Sehingga, memberikan motivasi kepada para petani persawahan, untuk tidak mengalihkan fungsi lahannya ke tanaman lain.

“Sudah berapa jauh OPD terkait itu melakukan perbaikan itu, harus dievaluasi. Sebab, pertanian akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita di Parimo,” jelasnya.

Berdasarkan data BPS Parigi Moutong, PDRB tahun 2020 menurut harga berlaju mencapai 17, 18 triliun, dan 11,11 triliun menurut harga konstan.

Kemudian, tiga lapangan usaha terbesar penyumbang PDRB tersebut, sektor pertanian sebesar 42,61 persen, perdagangan sebesar 15,05 persen, dan sebesar 12,75 dari sektor konstruksi.

“Tiga lapangan usaha terbesar laju pertumbuhan PDRB adalah, jasa keuangan dan asuransi sebesar 14,45 persen, informasi dan komunikasi 8,40 persen, serta jasa kesehatan dan kegiatan social sebesar 7,42 persen,” terangnya.

Ia menambahkan, BPS merinci total jumlah penduduk Kabupaten Parimo tahun 2020 sebesar 440. 015 jiwa, terdiri dari laki-laki mencapai 51,34 persen, dan perempuan mencapai 48,66 persen.

“Tingkat pengangguran terbuka di Parimo di tahun yang sama sebesar 2,70 persen, dari 100 penduduk usai kerja 3 orang merupakan pengangguran. Sementara, Indeks Pembangunan Kabupaten Parimo 2020, sebesar 65,44 persen yang merupakan angka tertinggi ke 10 di Sulawesi Tengah,” tutupnya.

Reporter : Mawan
Editor : Yamin