PALU, MAL – Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu meluncurkan dua program inovasi unggulan, SIJABAT dan SIPAGASI.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk terus meningkatkan pelayanan publik terkait tugas pokok dan fungsi Dinas PU Kota Palu.
Kepala Dinas PU Kota Palu, Ismayadin DJ Parigade, menerangkan bahwa kedua program tersebut merupakan inovasi yang bertujuan mengoptimalkan layanan bagi masyarakat di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini.
“Yang pertama adalah penanganan secara Carry Map, di mana pola penanganan Carry Map ini dapat didefinisikan yakni sebuah kondisi di mana petugas mempunyai atau membawa peta yang dilengkapi dengan informasi terbaru mengenai keadaan atau situasi jalan,” jelas Ismayadin.
Ismayadin melanjutkan, Carry Map ini dibungkus dalam satu program yang diberi nama SIJABAT, singkatan dari Sistem Informasi Jalan dan Jembatan.
“SIJABAT ini merupakan suatu inovasi yang diciptakan untuk memudahkan dalam mengakses kondisi jalan maupun data teknis jalan lainnya, sehingga dapat membantu dalam memperoleh layanan data jalan secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa tujuan umum pengembangan SIJABAT dalam pelayanan publik adalah membangun sistem informasi jalan dan jembatan yang terintegrasi, berbasis teknologi informasi, serta dapat diakses secara luas oleh seluruh pemangku kepentingan.
Hal ini guna mendukung pengelolaan infrastruktur jalan yang lebih efisien, transparan, dan berbasis data.
Menurut Ismayadin, SIJABAT hadir sebagai jawaban atas kebutuhan nyata dalam pengelolaan data infrastruktur jalan yang modern, efisien, dan berbasis teknologi informasi.
Dengan mengintegrasikan berbagai komponen teknologi, mulai dari basis data terpusat, sistem informasi geografis, hingga platform pelaporan publik, SIJABAT menghadirkan ekosistem pengelolaan data jalan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Inovasi ini mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik, sejalan dengan semangat transformasi digital pemerintahan dan komitmen terhadap tata kelola yang baik.
Selain SIJABAT, Ismayadin juga menerangkan program inovasi kedua Dinas PU Kota Palu di tahun 2026, yaitu pola penanganan secara Quick Respon.
Program ini dapat dimaknai sebagai kemampuan memberikan tanggapan atau tindakan segera terhadap setiap peristiwa maupun laporan yang diterima, dengan tagline Sistem Pelayanan Tanggap dan Siaga yang disingkat SIPAGASI.
“Pengertian Sistem Inovasi dalam penanganan yang berarti Segera, Inisiatif, Penanganan, Gerak dan Aktif dalam memberikan layanan terhadap laporan dan kejadian atau peristiwa baik menyangkut kebencanaan maupun hal lain yang berhubungan dengan urusan dasar pekerjaan Umum,” terang Ismayadin.
Lebih lanjut, Ismayadin menerangkan bahwa sistem pelaporan manual dan tidak terintegrasi seringkali menyebabkan informasi tentang kerusakan infrastruktur terlambat sampai ke pihak berwenang.
Permasalahan ini semakin kompleks ketika bencana terjadi dalam skala besar, yang membutuhkan koordinasi lintas instansi secara simultan.
Menurutnya, ketiadaan platform terpadu yang dapat mengintegrasikan penerimaan laporan, penugasan tim respons, pemantauan progres di lapangan, dan pelaporan hasil kepada pimpinan menjadi hambatan nyata.
Kondisi tersebut mempertegas urgensi hadirnya sebuah sistem inovasi yang mampu mentransformasi paradigma penanganan darurat dari yang bersifat reaktif dan manual menjadi proaktif dan digital.
Sistem yang dimaksud harus mampu bergerak cepat, berinisiatif dalam penanganan, aktif memantau kondisi lapangan, dan mampu mengoordinasikan seluruh sumber daya yang tersedia secara efisien.
SIPAGASI merupakan perwujudan nyata dari semangat “Segera, Inisiatif, Penanganan, Gerak, dan Aktif”.
SIPAGASI bukan sekadar aplikasi pelaporan biasa, melainkan ekosistem digital komprehensif yang mengintegrasikan seluruh rantai penanganan darurat infrastruktur Pekerjaan Umum dalam satu platform yang terpadu, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. ***
