BITUNG, MAL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan keandalan sarana dan fasilitas operasional pasca gempa Sulawesi Utara bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (08/06) pagi.

Pengecekan menyeluruh langsung dilakukan sesaat setelah getaran mereda. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas utama seperti Integrated Terminal Bitung dalam kondisi aman dan siap mendistribusikan energi.

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi kedaruratan. Setelah getaran mereda, tim langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas operasional,” kata Arman Prastiono, Integrated Terminal Manager Bitung.

Sebagai langkah mitigasi, seluruh pekerja sempat dikumpulkan di titik kumpul sesuai prosedur keselamatan. Tim terkait juga berpatroli di area fasilitas dan jalur pipa guna memastikan tidak ada dampak buruk dari gempa Sulawesi Utara tersebut.

Khusus untuk Fuel Terminal Tahuna, operasional dihentikan sementara sebagai antisipasi potensi tsunami sesuai arahan otoritas setempat. Operasi akan dilanjutkan setelah ada informasi resmi dari BMKG terkait keamanan wilayah.

Fasilitas Pertamina lainnya di wilayah terdampak seperti Integrated Terminal Gorontalo dan Aviation Fuel Terminal Sam Ratulangi dipastikan beroperasi normal. Pertamina menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat meski gempa Sulawesi Utara sempat memicu kepanikan.

“Pertamina menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi. Kami berharap kondisi segera membaik dan masyarakat dapat tetap menjaga keselamatan,” kata Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi simpang siur. Kondisi pasca gempa Sulawesi Utara ini terus dipantau perkembangannya agar pelayanan kepada publik tetap berjalan maksimal selama masa tanggap darurat. ***