POSO – Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso menggelar perayaan Dies Natalis ke-38 dengan beragam kegiatan yang diselenggarakan di Lapangan Tagalu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Jumat dan Sabtu, 25-26 Oktober 2024. Acara ini dibuka meriah dengan penampilan drumband dari tiga sekolah di Kabupaten Poso, menambah kemeriahan perayaan yang dihadiri oleh civitas akademika Unsimar serta masyarakat setempat.

Mendekatkan Unsimar ke Masyarakat Poso Rektor Unsimar, Dr. Suwardhi Panthi, dalam mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan dies natalis ini dilaksanakan di Desa Tagolu sebagai upaya mendekatkan kampus dengan masyarakat Poso. “Kegiatan ini adalah wujud komitmen Unsimar untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, sehingga masyarakat Poso dapat memahami keberadaan Unsimar dan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas di Sulawesi Tengah,” ujar Dr. Suwardhi, kepada sejumlah media, Jumat (25/10).

Ia juga menyampaikan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai kualitas perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. “Saat ini, tidak ada lagi perbedaan signifikan antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Satu-satunya yang membedakan adalah akreditasi yang diberikan oleh pemerintah pusat,” ujar nya.

12.300 Alumni, berkiprah di berbagai sektor Unsimar Poso telah meluluskan lebih dari 12.300 alumni yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari BUMN, BUMD, hingga birokrasi dan perusahaan swasta di sejumlah daerah di Indonesia. Pencapaian ini, menurut Dr. Suwardhi, adalah bukti bahwa lulusan Unsimar memiliki kompetensi yang diakui di dunia kerja, baik dalam sektor publik maupun swasta. “Kami bangga dengan alumni Unsimar yang telah berkiprah di berbagai bidang, dan peran mereka ini mencerminkan kualitas pendidikan yang kami upayakan,” ujarnya.

Dies Natalis tahun ini diberi nama “Sangganipa,” sebuah kata yang dipilih untuk menggambarkan upaya Unsimar dalam mengulang sukses pelaksanaan kegiatan dies natalis sebelumnya. Dr. Suwardhi menegaskan bahwa penyematan kata “Sangganipa” sama sekali tidak berkaitan dengan isu politik atau jargon yang digunakan oleh kandidat di Pilkada serentak 2024. “Kami menggunakan kata ini bukan untuk ikut serta dalam jargon politik. Ini murni untuk mengulang kesuksesan acara-acara sebelumnya,” jelasnya.

Namun, Dr. Suwardhi mengakui bahwa pemilihan kata “Sangganipa” sempat menuai kritik dari beberapa pihak, termasuk pengawas pemilihan atau Bawaslu Kabupaten Poso dan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, yang memberikan imbauan agar acara ini bebas dari muatan politik. “Kami menghormati imbauan Bawaslu dan berkomitmen untuk menghindari segala bentuk kegiatan yang mengandung indikasi pelanggaran kampanye Pilkada serentak 2024,” tegasnya.

Rektor Unsimar ini memastikan bahwa perayaan dies natalis ini tidak akan diwarnai atribut politik. “Kami sudah wanti-wanti panitia terkait atribut politik agar tidak ada dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-38 ini. Kegiatan ini murni untuk memperingati hari jadi Unsimar dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” kata Dr. Suwardhi.

Dengan pelaksanaan yang bebas dari unsur politik, Unsimar Poso menunjukkan komitmen sebagai institusi pendidikan yang mengutamakan nilai akademis dan etika. Pihak kampus berharap, Dies Natalis ke-38 ini menjadi momen untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat Poso dan memperkuat eksistensi Unsimar sebagai perguruan tinggi berkualitas di Sulawesi Tengah.

Reporter: IRMA/***