PALU, MAL – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sukses menggelar program LPS GenZmart 2026 di Kota Palu pada 29–30 Juli, membekali sekitar 200 pelajar dengan literasi keuangan komprehensif. Kegiatan interaktif ini bertujuan membentengi generasi muda dari tantangan era digital, termasuk gaya hidup konsumtif dan maraknya penipuan.
Kepala Perwakilan LPS III Sulawesi, Maluku, dan Papua, Fuad Zaen, menjelaskan bahwa LPS GenZmart 2026 merupakan bagian dari komitmen LPS untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkenalkan peran lembaga tersebut dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab sejak usia sekolah,” kata Fuad Zaen.
Di Kota Palu, program LPS GenZmart 2026 dilaksanakan selama dua hari di SMAN 2 Palu dan SMA MTs Madani Palu. Sekitar 200 siswa berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi edukasi yang disajikan.
Berbeda dari format seminar konvensional, LPS GenZmart 2026 dikemas dalam bentuk talkshow interaktif yang dipadukan dengan berbagai permainan edukatif. Peserta diajak berkompetisi melalui tantangan yang menguji pengetahuan umum, kemampuan visual, kecakapan berbahasa, hingga kecakapan berhitung.
Melalui konsep belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, para siswa diajak memahami bahwa literasi keuangan lebih dari sekadar menabung atau menghitung uang. Ini adalah bekal penting untuk membangun pola pikir bijak dalam mengelola keuangan, mengenali risiko, serta membuat keputusan finansial yang tepat di masa mendatang. LPS berharap program LPS GenZmart 2026 ini dapat menciptakan agen perubahan.
LPS juga berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya dengan menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat. Melalui rangkaian edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menyimpan dana di bank, mengenali hak dan kewajibannya, serta semakin percaya terhadap sistem perbankan Indonesia yang didukung LPS dalam melindungi simpanan nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
