POSO – Kemacetan parah melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Poros Trans Sulawesi Tentena – Taripa, tepatnya di pendakian Kamporesa, Desa Didiri, Kecamatan Pamona Timur, Ahad (24/5).

Longsoran material proyek perbaikan jalan yang dipicu hujan deras membuat ribuan kendaraan tertahan hingga belasan jam.

Kemacetan mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WITA. Kondisi badan jalan yang berlumpur dan licin menyebabkan kendaraan roda dua hingga truk besar kesulitan melintas dari dua arah, baik Tentena menuju Taripa maupun sebaliknya.

Situasi semakin memburuk setelah material timbunan proyek kembali longsor ke badan jalan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Akibatnya, antrean kendaraan diperkirakan mencapai sekitar tujuh kilometer.

Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman A.M. bersama personel dan Sat Lantas Polres Poso turun langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi kejadian sejak pagi hari.

“Personel kami bersama Sat Lantas terus melakukan penguraian arus dan sistem buka tutup jalur. Namun kondisi cuaca dan material jalan yang masih labil menyebabkan kemacetan kembali terjadi,” ujar IPTU Risman melalui pesan Whatsapp.

Menurutnya, sekitar pukul 09.00 pagi, arus kendaraan sempat bergerak normal dengan penerapan sistem satu jalur.

“Tetapi hanya berselang kurang dari satu jam, longsoran susulan kembali menutup sebagian badan jalan dan membuat seluruh kendaraan tidak dapat melintas,” terangnya.

Selain curah hujan tinggi, proses penanganan juga terkendala minimnya alat berat di lokasi serta banyaknya kendaraan besar yang terjebak antrean.

Kapolsek Pamona Timur, Risman, meminta para pengguna jalan untuk menunda perjalanan sementara waktu apabila hujan deras masih terjadi di lokasi perbaikan jalan.

“Kami mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada dan menunda perjalanan bila cuaca ekstrem, demi keselamatan bersama,” tegas IPTU Risman.