POSO, MAL – Kebakaran kebun dan lahan gambut di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, masih dalam penanganan tim gabungan hingga Selasa (15/9) siang.

Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare. Lima unit alat berat eksavator bantuan masyarakat dan perusahaan dikerahkan untuk menghambat penyebaran api dengan membuat sekat pada lahan gambut.

Ketua DPRD Poso Semuel Munda turun langsung memantau proses pemadaman. Ia terus mengawasi ekskavator untuk memotong lahan gambut sebagai upaya membatasi jalur penyebaran api.

“Kita potong lahan gambut untuk membentengi penyebaran api ke arah permukiman warga,” kata Semuel Munda di lokasi.

Upaya penanganan, kata Semuel, dilakukan karena api telah membakar sejumlah area kebun warga, termasuk kebun durian.

“Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Pamona Selatan Iptu Octavianus Batara menambahkan, lima alat berat digunakan untuk memperkuat penyekatan agar api tidak meluas.

“Kita berharap adanya penyekatan api tidak lagi menjalar ke kebun-kebun warga,” ujar Octavianus.

Selain memantau pemadaman, Semuel bersama Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar meninjau kondisi SMA Negeri 1 Pamona Selatan yang juga terbakar.

Penanganan melibatkan BPBD Poso, Satpol PP-Damkar Poso, TNI, Damkar Luwu Timur, serta masyarakat setempat. Hingga kini, fokus petugas masih melakukan pemadaman dan penyekatan untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman dan lahan warga.