Ini Respon Ketua GP Ansor Sulteng Soal Kekecewaan Danrem ke Walikota

oleh
Alamsyah Palenga

PALU – Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulteng, Alamsyah Palenga, menanggapi kekecewaan Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf terkait tidak hadirnya Walikota Palu, Hidayat dalam rapat satgas percepatan pembangunan perumahan dan permukiman masyarakat pasca bencana.

“Saya mau fokus bukan pada isi, tapi pada penyampaian hal – hal semacam itu di ranah publik. Terus terang menurut saya, kita tidak butuh ‘kegaduhan’ baru, rakyat tidak butuh kekurang harmonisan di antara mereka penyelenggara negara, apalagi saat penanganan bencana seperti ini,” kata Alamsyah Palenga, Senin (10/08) pagi.

Alamsyah mengaku, dapat memahami rasa kecewa Danrem yang tentu didorong simpati dan kepedulian beliau kepada rakyat, namun seharusnya itu bisa disampaikan secara internal, mungkin lewat panggilan telepon. Harmonisasi dan soliditas pengurusan bencana ini sangat dinantikan oleh masyarakat Pasigala.

“Dan itu menjadi konsumsi politik lagi. Saya melihat di rana medsos, setelah berita itu keluar di salah satu media online. Bahwa ini menjadi konsumsi politik jelang Pilwalkot, ada pihak – pihak yang menggoreng – goreng rasa simpati pak Danrem itu, dengan tujuan – tujuan politik tertentu,” ujarnya.

Ia juga mengatakan agar fokus pada solusi penanganan kebencanaan, dan jangan sampai teralihkan pada fokus yang lain. Misalnya kata dia, rakyat ingin mendengarkan informasi sejauh mana satgas penanggulangan bencana bekerja. Misalnya penentuan lokasi Huntap di beberapa kelurahan harus menemui kepastian.

“Masyarakat ingin informasi lebih detail sejauh apa perkembangan lokasi huntap Talise Valangguni yang mendapat penolakan sebagian warga, apakah sudah ada solusinya? Atau tentang keinginan warga Petobo yang ingin huntap di lokasi mereka, bukankah lahan 115 hektar itu sebagiannya telah bersertifikat? Lalu bagaimana kelanjutannya? Kami ingin mendengar hal – hal semacam ini,” ujarnya.

Ia juga ingin mendengar kemajuan berbagai usaha pemerintah Kota Palu lainnya, semisal usulan dana santunan duka yang telah diusulkan walikota kepada menteri sosial. Apakah pemerintah pusat benar-benar bisa memaksimalkan perhatiannya pada Pasigala.

“Melalui pemberitaan, kami mendengar Walikota Palu Hidayat telah berjuang mengusulkan kembali dana santunan duka bagi hampir 1000 orang penerima. Bagaimana penyalurannya, apa sudah tuntas? Jangan lagi ada warga yang berhak tapi tidak menerima. Hal-hal semacam itu yang perlu publik ketahui,” lanjutnya.

Alamsyah mengaku kurang mengerti dengan pernyataan  Danrem sebagaimana dimuat dalam berita, bahwa pemerintah Kota Palu tidak memperhatikan dan mempedulikan masyarakatnya. Dia menilai, kemungkinan Danrem memiliki informasi yang berbeda.

Berdasarkan informasi yang dihimnpun media ini, ketidakhadiran Wali Kota Palu dalam rapat pembahasan kelanjutan pembangunan Huntap, karena disaat bersamaan Walikota sedang mengatarkan bantuan kemanusiaan ke Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Reporter : NANANG  IP
Editor : YAMIN

Iklan-Paramitha