PALU, MAL – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). di Universitas Tadulako (Untad) tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat peran mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan bangsa.

Rektor Untad, Prof. Amar, mendorong seluruh elemen kampus, khususnya mahasiswa, untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi dalam meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.

Menurut Amar, kemajuan Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Memaknai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, sesuai arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mari kita bersama-sama berkolaborasi dalam mensukseskan perjuangan bangsa, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Amar, Senin (17/8).

Ia menilai tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi, berinovasi dan bekerja lintas sektor.

“Tidak ada yang tidak mungkin jika kita bekerja bersama. Seluruh stakeholder harus bergerak bersama menuju Indonesia Maju yang berkeadilan dan masyarakat yang adil serta sejahtera,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Amar menempatkan mahasiswa sebagai salah satu kekuatan penting yang menentukan masa depan Untad dan Indonesia. Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai peserta didik, tetapi bagian dari ekosistem yang memiliki peran dalam mendorong perubahan.

Semangat tersebut kemudian dikaitkan dengan tema Dies Natalis ke-45 Untad, “Kita Untad”. Bagi Amar, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan bersama yang mendorong kolaborasi, inovasi, transformasi dan kemampuan beradaptasi.

“Mahasiswa merupakan bagian penting dari Universitas Tadulako. Karena itu, semangat ‘Kita Untad’ harus menjadi energi bersama untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi dalam pengembangan institusi serta pembangunan bangsa,” tuturnya.

Pesan tersebut menempatkan perguruan tinggi bukan sekadar ruang untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, kampus dituntut mampu membentuk generasi yang memiliki kapasitas, kemampuan beradaptasi dan keberanian mengambil peran dalam menjawab persoalan bangsa.

Bagi Untad, memaknai kemerdekaan berarti memastikan pendidikan terus menghasilkan manusia yang mampu membawa perubahan. Semangat kemerdekaan pun diarahkan menjadi kerja nyata melalui penguatan kapasitas mahasiswa, kolaborasi dan inovasi.

Dengan pendekatan tersebut, HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kontribusi perguruan tinggi terhadap kemajuan Indonesia tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi harus hadir melalui kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan dan manfaatnya bagi masyarakat.*