Gabungan Pencinta Alam Kelurahan Tondo Gelar Workshop Darurat Sampah

oleh -
Ir. Dr. Muhd Nur Sangadji saat menjadi pemateri dalam Workshop Darurat Sampah, di Club House La Tarde, Kawasan Perumahan Citraland Tondo, Kota Palu. Rabu (10/11). (FOTO : media.alkhairaat.id/Ajib)

PALU – Lembaga Payung Pencinta Alam Tondo (LPPAT) menggelar Workshop darurat sampah, dengan mengangkat tema “Pentingnya Pembatasan Kegiatan Menyampah (PPKM) Menuju Kota Adipura”.

Kegiatan itu dilaksanakan, di Club House La Tarde kawasan perumahan Citraland Tondo, Kota Palu. Rabu (10/11) malam.

Kegiatan itu diinisiasi langsung oleh sejumlah Kelompok Pencintaa Alam (KPA) Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, yang tergabung di LPPAT, sebagai bentuk dukungan serta partisipasi dalam rencana Kota Palu yang saat ini sedang gencar mensosialisasikan kebersihan lingkungan demi mewujudkan Kota Adipura di tahun 2023.

Workshop ini sendiri turut dihadiri oleh Lurah Tondo Abdul Salim, serta pembicara Dosen Fakultas Pertanian UNTAD Ir. Dr. Muhd Nur Sangadji, Moh. Saiful sebagai perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Aulia Hakim perwakilan Walhi Sulteng, juga Pembina LPPAT Tondo H. Nanang.

Dalam sambutannya Abdul Salim memberikan apresiasi tinggi atas digelarnya acara ini, ia menuturkan bahwa sudah sepatutnya kita saling bahu-membahu menanggulangi masalah sampah, khususnya di wilayah Kelurahan Tondo.

“Masalah sampah adalah masalah kita bersama, apresiasi tinggi saya berikan kepada pemuda-pemudi Kelurahan Tondo yang peduli akan masalah ini. Kami selaku pemerintah kelurahan Tondo juga sedang mencanangkan Pilot Project yang nantinya dapat menjadi percontohan dalam pengolahan limbah sampah” tuturnya.

Kemudian Ir. Dr. Muhd Nur Sangadji dalam paparannya, memberikan petuah yang menggugah rasa prihatin kita terhadap sampah. Ia menjelaskan, bahwa kesadaran akan masalah sampah harus dimulai dari diri kita sendiri.

“Di negeri kita ini, kita terlalu sering bertanya siapa yang bertanggung jawab sampai kita lupa apa kontribusi kita. Di Palu ada ratusan titik pembuangan sampah dan hanya ada 39 kendaraan pengangkut sampah, itu sangat mustahil untuk mengatasi masalah sampah. Sudah saatnya kita mulai dari diri kita sendiri, karena perang terhadap sampah adalah perang terhadap dirinya sendiri”. Katanya

Selanjutnya Moh. Saiful yang merupakan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu menjelaskan, bahwa mengatasi masalah sampah ini bukan hanya tugas dari pemerintah, tapi tugas berasama.

“Permasalahan sampah sepatutnya menjadi tanggungjawab kita bersama, kita harus mulai pandai memilah sampah mana yang kiranya dapat menghasilkan nilai ekonomis. Kami dari pemerintah pun sangat mendukung dan akan membantu dalam memanfaatkan limbah sampah,” terangnya.

Selepas kegiatan ini LPPAT Tondo akan kembali mengkampanyekan Pentingnya Pembatasan Kegiatan Menyampah (PPKM) dengan melakukan bakti sosial dan bekerjasama dengan beberapa Bank Sampah untuk mengelola sampah yang bernilai ekonomis.

Reporter : Gita (Magang)
Editor : Yamin