PALU, MAL – Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa) mengukuhkan sebanyak 78 mahasiswa angkatan 2025 dalam sebuah acara inaugurasi yang digelar di Palu, Ahad (26/07).

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Palu dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Kegiatan inaugurasi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, jajaran pimpinan Universitas Alkhairaat, civitas akademika Fakultas Kedokteran UNISA, para dosen, mahasiswa beserta orang tua, serta sejumlah tamu undangan. Momentum ini menjadi catatan penting dalam perjalanan Fakultas Kedokteran UNISA, menandai dimulainya tahapan pendidikan bagi para calon dokter.

Fakultas Kedokteran UNISA memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kesehatan profesional guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, baik di Kota Palu maupun Sulawesi Tengah.

Muhammad Yasin, S.E., M.P., Rektor Universitas Alkhairaat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa inaugurasi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan penanda dimulainya perjalanan panjang para mahasiswa dalam menempuh pendidikan kedokteran.

“Pengukuhan yang kita lakukan malam ini bukan sekadar seremoni simbolik. Ini adalah tonggak awal bagi anak-anak kami untuk menapaki perjalanan akademik dan profesional yang panjang,” kata Muhammad Yasin.

Ia menjelaskan, Universitas Alkhairaat terus melakukan pembenahan di berbagai sektor guna meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan kualitas pendidikan ini diharapkan dapat menciptakan lulusan Fakultas Kedokteran UNISA yang kompeten.

“Kami ingin terus menata dan meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Alkhairaat Palu. Kami berharap dukungan dari para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada kami. Ke depan, sistem pembelajaran akan terus beradaptasi dengan perubahan dunia yang semakin dinamis,” ungkap Rektor.

Muhammad Yasin juga mengingatkan para mahasiswa agar menjadikan integritas, kerja keras, dan semangat belajar sebagai bekal utama dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga karakter yang kuat dan kemauan untuk terus berkembang.

Ia turut mengutip falsafah Bugis, “Resopa temmangingi naletei pammasena Dewata,” yang bermakna bahwa rahmat Tuhan akan hadir melalui kerja keras, ketekunan, dan kegigihan.

“Intelektualitas tidak datang dengan sendirinya. Ia lahir dari integritas dan inisiatif mahasiswa. Jangan hanya menunggu untuk disuruh, tetapi milikilah semangat untuk terus belajar, berusaha, dan mengembangkan diri,” pesannya.

Prosesi inaugurasi berlangsung penuh khidmat dan haru. Raut bangga terlihat dari para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka memulai langkah awal menuju cita-cita sebagai dokter. ***