PALU, MAL – Kota Palu tercatat masuk dalam 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia hingga September 2026, dengan inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,17 persen.
Capaian tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu yang dipimpin Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu, Selasa (6/10).
Selain inflasi m-to-m sebesar 0,17 persen, inflasi Kota Palu secara year to date (y-to-d) tercatat 2,82 persen dan year on year (y-on-y) sebesar 2,80 persen.
Rapat dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa, Bagian Ekonomi Setda Kota Palu, serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
OPD yang hadir antara lain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, serta Dinas Sosial.
Imelda meminta kondisi inflasi yang terkendali tersebut dipertahankan melalui langkah konkret dan koordinasi lintas sektor.
“Kita termasuk 10 besar dengan daerah inflasi terendah. Jangan sampai kita terlempar,” ucap Imelda.
Dalam rapat tersebut, TPID Kota Palu juga mengevaluasi sejumlah program yang selama ini dijalankan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Program yang dievaluasi meliputi pasar murah, Gade Nolumako, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), pasar tani, serta berbagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas pasokan.
Selain pengendalian inflasi, rapat membahas progres program unggulan Pemerintah Kota Palu, Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan), khususnya melalui program Palu Menanam.
Pada pagi hari yang sama, Imelda memimpin panen komoditas tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore. Panen tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat kelurahan melalui pemanfaatan lahan dan produksi komoditas pangan lokal.
“Ini luar biasa walaupun di tengah El Nino. Ukurannya memang agak kecil,” ujarnya.
Program Palu Menanam dilaksanakan di sejumlah kelurahan dengan komoditas yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi wilayah. Komoditas yang dikembangkan antara lain bawang merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, dan kangkung.
Pemerintah Kota Palu mendorong peningkatan produksi pangan lokal sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi. Produksi komoditas di tingkat kelurahan diarahkan untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengurangi tekanan harga terhadap komoditas pangan strategis.
Imelda menegaskan pentingnya sinergi seluruh OPD dalam mengawal program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan agar capaian yang telah diraih dapat dipertahankan serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kota Palu. ***
