PALU, MAL – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyoroti serius tingginya angka perceraian yang menjadi tantangan utama dalam pembangunan ketahanan keluarga di daerah ini.

Penekanan tersebut disampaikan Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, saat kegiatan silaturahim pengurus Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) PKS se-Sulawesi Tengah pada Sabtu, 29/08/2026.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng ini menjelaskan bahwa persoalan keluarga tidak terlepas dari berbagai tantangan sosial, salah satunya adalah pernikahan pada usia muda akibat kehamilan di luar nikah.

Kondisi ini, kata dia, sering kali menjadi pemicu masalah baru dalam rumah tangga karena pasangan belum siap mental dan emosional.

“Banyak anak muda yang akhirnya menikah karena sudah terjadi kehamilan di luar nikah. Setelah menikah dan anak lahir, muncul berbagai persoalan, terjadi cekcok, kemudian berujung pada perceraian,” kata Bunda Wiwik.

Fenomena perceraian ini, menurutnya, memerlukan perhatian serius dari semua pihak karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri, melainkan juga sangat memengaruhi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak.

“Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi sangat penting sebagai fondasi utama dalam upaya mencegah dan menekan angka perceraian di masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa ketahanan keluarga harus mulai dibangun sejak sebelum pernikahan melalui pembekalan komprehensif kepada generasi muda.

Materi pembekalan meliputi kesiapan berumah tangga, tanggung jawab sebagai pasangan, pola komunikasi yang efektif, cara mengelola konflik, hingga prinsip-prinsip pengasuhan anak.

“Ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama. Keluarga yang kuat merupakan pondasi penting untuk melahirkan generasi yang berkualitas sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial,” ujarnya.

Wiwik juga mengimbau agar pembinaan keluarga dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat masalah sudah muncul, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan silaturahim tersebut, yang dihadiri pula oleh dua pengurus Bipeka Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengimplementasikan program-program ketahanan keluarga di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. ***