PALU, MAL – Pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sigi, dan wilayah sekitarnya pada Selasa (16/06), duka mendalam masih menyelimuti masyarakat Sulawesi Tengah. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) akan menggelar kegiatan doa bersama lintas agama bertajuk “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” untuk para korban dan masyarakat terdampak.
Ketua Panitia doa bersama lintas agama ini, Gerry Lyanto, akrab disapa Ko Aceo, menjelaskan bahwa musibah gempa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh umat beragama untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, Bamag berharap dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat di tengah musibah.
“Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa lalu telah menimbulkan duka bagi masyarakat. Sebagai umat beragama, sudah menjadi kewajiban moral dan spiritual bagi kita untuk bersama-sama memanjatkan doa serta menunjukkan kepedulian nyata kepada mereka yang terdampak,” kata Gerry Lyanto, Ketua Panitia doa bersama lintas agama, kepada media ini Rabu (17/06).
Menurut Ko Aceo, kegiatan doa bersama lintas agama, yang akan dilaksanakan Jumat (19/6) ini bukan hanya sebagai sarana memohon perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga simbol kuat persatuan masyarakat Sulawesi Tengah di tengah ujian bencana. Inisiatif ini menekankan pentingnya kebersamaan melampaui sekat perbedaan.
Mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi”, kegiatan doa bersama lintas agama ini diharapkan mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun latar belakang. Solidaritas kemanusiaan menjadi fokus utama dalam menghadapi dampak gempa ini.
“Melalui doa bersama ini, kita ingin menunjukkan bahwa kemanusiaan berada di atas segala perbedaan. Ketika bencana datang, kita bersatu, saling menguatkan, dan bergerak bersama membantu sesama,” ujarnya.
Kegiatan yang menguatkan persatuan masyarakat Sulawesi Tengah ini rencananya akan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, pemuka masyarakat, para seniman, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap korban gempa di Sulawesi Tengah. Selain momentum spiritual, diharapkan kegiatan ini juga membangkitkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial dalam membantu proses pemulihan pascabencana.

