PALU- Dinas Kelautan dan  Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng), menargetkan 29 pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026, tersebar di sejumlah Kabupaten di Sulawesi tengah.

“Target 29 lokasi sementara di survey tim Kementerian Kelautan RI di tahun ini,” kata
Ahli Muda Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi tengah (Sulteng) Agung, di Palu, Kamis (21/5).

Ia menuturkan, berdasarkan survei, topografi Pembangunan KNMP 2026, Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 29 lokasi KNMP tersebut terdapat di Kabupaten Banggai Kepulauan desa/kelurahan yakni Balalon, Mamulusan, Patukuki,  Kabupaten Donggala yakni desa Boneoge, Ganti.

Selanjutnya kata dia, Kabupaten Parigi Moutong desa/kelurahan yakni Boyantongo, Dusunan, Pelawa Baru, Samabahari, Sausu Tambu, Kabupaten Banggai desa/kelurahan  yakni Bualemo B, Moilong, Poh, Pulo Dua, Rata, Kabupaten Buol  desa/ kelurahan yakni Buol, Kwala Besar, Taat, Tamit.

Kemudian kata dia, Kabupaten Tojo Una-Una desa/kelurahan yakni Kavetan, Podi, Tete B, Kabupaten Morowali Utara desa/kelurahan yakni Kolo Bawah, Kabupaten Toli-Toli desa/kelurahan yakni Laulalang, Nalu, Kabupaten Banggai Laut desa/kelurahan yakni Mandel, Tolokibit, Toropot. Kabupaten Morowali desa/kelurahan yakni Moahino.

Ia mengatakan, ada enam kriteria sebagai calon KNMP diantaranya, diutamakan mayoritas mata pencaharian penduduk di lokasi kampung Nelayan tersebut sebagai nelayan, tersedianya tanah clear and clean, tersedia jaringan listrik dan sumber air yang memadai, terdapat potensi sumber daya ikan dapat dikembangkan.

Namun kata dia, menjadi tantangan pembangunan KNMP di Kabupaten/Kota kebanyakan ketersediaan lahan clean and clear dan ketersediaan kelembagaan Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai pengelolah KNMP.

“Bila hasil survey lokasi layak, maka dibuatkan surat keputusan (SK) untuk pembangunannya di tahun depan,” pungkasnya.