POSO, MAL – Dugaan aksi penodongan terhadap dua perempuan di jalur Trans Sulawesi, tepatnya antara Desa Didiri dan Desa Kelei, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, masih diselidiki, Rabu (04/11).
Sejumlah pria tidak dikenal diduga menghentikan kendaraan korban menggunakan Toyota Yaris hitam tanpa pelat nomor. Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari pukul 20.30 WITA.
Berdasarkan keterangan saksi, dua perempuan yang sedang melintas menuju Poso tiba-tiba dihentikan kendaraan tersebut. Dua pria kemudian turun dan memanggil dengan alasan meminta pertolongan.
Merasa terancam, kedua perempuan itu memilih memutar balik kendaraan menuju Desa Didiri. Selanjutnya keduanya melanjutkan perjalanan ke Tentena bersama rombongan yang dikenal. Informasi kejadian ini kemudian menyebar melalui media sosial Facebook (FB).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Pamona Timur Iptu Risman A.M., S.H., bersama Unit Intelkam melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).
“Dari hasil klarifikasi, memang terdapat keterangan mengenai penghentian kendaraan terhadap dua perempuan oleh sejumlah pria tidak dikenal. Namun, kami belum dapat memastikan motif maupun identitas pihak-pihak yang terlibat. Semuanya masih dalam proses pendalaman,” ujar Iptu Risman.
Polsek Pamona Timur kini menelusuri identitas para terduga pelaku, kendaraan yang digunakan, serta berupaya meminta keterangan langsung dari kedua perempuan tersebut untuk memastikan kronologi kejadian.
Selain penyelidikan, Kapolsek Risman memerintahkan Unit Samapta dan Bhabinkamtibmas Desa Didiri serta Kelei meningkatkan patroli, khususnya pada malam dan siang hari. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan di sepanjang jalur tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110 atau Polsek Pamona Timur. Setiap informasi masyarakat akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya.
