Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras mencari nafkah, baik guna mencukupi kebutuhan sendiri maupun keluarga. Sebaliknya, Islam mencela sikap malas yang membuat seseorang hanya menggantungkan hidup pada belas kasihan orang lain.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh, pagi-pagi seseorang berangkat, lalu membawa kayu bakar di atas punggungnya, kemudian ia bersedekah dengannya dan mencukupi kebutuhannya, sehingga tidak meminta-minta kepada orang lain. Hal itu jauh lebih baik baginya daripada meminta kepada orang lain, baik diberi maupun ditolak. Sebab, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR Muslim dan Tirmidzi).
Islam adalah agama Allah yang sempurna, yang memberikan petunjuk kepada manusia mengenai bidang usaha yang halal dan cara berusaha. Keagungan Islam tidak hanya terletak pada perintah untuk bekerja demi kepentingan individu secara halal, tetapi juga pada ajarannya tentang cara menjalin hubungan baik dengan sesama demi kemaslahatan dan kesejahteraan hidup di bumi.
Sebagai umat Islam, kita dituntut untuk menjaga semangat dalam bekerja. Hal ini menjadi keharusan agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, mandiri, dan pantang menyerah.
Dalam Al-Qur’an maupun hadis terdapat perintah yang menjadi rujukan mengenai semangat kerja keras dan kemandirian. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Amal yang paling baik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan cucuran keringatnya sendiri.”
Islam memandang bekerja sebagai kewajiban bagi setiap insan. Dengan bekerja, seseorang memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya, sekaligus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam sebuah hadis disebutkan, dari Anas RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bukanlah orang yang baik di antara kamu, orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhiratnya, atau meninggalkan akhirat karena mengejar dunia, sehingga dapat mencapai keduanya. Sebab, dunia adalah bekal untuk akhirat, dan janganlah kamu menyandarkan diri pada belas kasihan orang lain.”
Bekerja dalam Islam merupakan kewajiban bagi setiap individu maupun kelompok. Konsep amal dalam Islam memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya berkaitan dengan bisnis atau perdagangan. Amal mencakup setiap pekerjaan yang dilakukan manusia dan layak mendapatkan imbalan atau upah, baik berupa aktivitas fisik, pemikiran, penggunaan indra, maupun karya seni.
Sejumlah ulama dan cendekiawan menjelaskan bahwa orang yang bekerja keras dengan ikhlas akan memperoleh berbagai ganjaran dari Allah SWT. Di antaranya adalah pengampunan dosa, penghapusan dosa-dosa tertentu yang tidak terhapus melalui salat, puasa, dan sedekah, memperoleh cinta Allah SWT, terhindar dari azab neraka, serta mendapatkan pahala karena mencari nafkah yang halal di jalan Allah.
Karena itu, kita harus senantiasa mengingat Allah SWT ketika bekerja. Jangan sampai melanggar larangan-Nya dalam menjalankan usaha atau berbisnis. Yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui dan senantiasa mengetahui apa yang kita kerjakan.
Kecurangan tidak akan membawa manfaat karena setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Yasin [36]: 65). Wallahu a’lam
Darlis Muhammad (Redaktur Senior Media Alkhairaat)
