PALU, MAL — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, menghadiri syukuran peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso pada Ahad (08/11).
Proyek ini diharapkan menjadi fasilitas pendidikan unggulan bagi masyarakat kurang mampu di Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang hadir langsung menekankan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan kawah candradimuka bagi calon pemimpin masa depan.
Sekolah ini dirancang untuk mencetak generasi yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus akhlak yang mulia.
“Jangan pernah berpikir karena berasal dari keluarga tidak mampu, kalian tidak bisa menjadi orang hebat,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.
Kehadiran sekolah ini merupakan perwujudan dari program Sulteng Nambaso yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada anak daerah yang kehilangan akses pendidikan hanya karena kendala ekonomi keluarga.
“Gedung yang kita bangun ini suatu saat bisa rusak, tetapi ilmu yang dibangun di dalam gedung ini tidak akan pernah mati,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.
Gubernur juga menegaskan komitmen untuk memfasilitasi lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik melalui beasiswa BERANI Cerdas.
Selain itu, terdapat program khusus pendampingan bagi siswa yang ingin menjadi dokter guna mendukung target 1.000 dokter per tahun untuk menunjang program BERANI Sehat. ***
