POSO, MAL – Kepolisian Resor (Polres) Poso, Sulawesi Tengah, mendorong penguatan gerakan Poso Bersinar (Bersih dari Narkoba) melalui pendekatan Polisi Mendengar.
Upaya ini menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi warga dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkoba.
Kapolres Poso, AKBP Alowisius Londar, mengatakan Polres Poso membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, dan laporan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepolisian.
“Tentu nantinya kita akan membuka berbagai macam program prioritas Kapolri,” ujar Kapolres Londar.
Menurutnya, pendekatan Polisi Mendengar diwujudkan melalui layanan kepolisian yang mudah diakses serta kegiatan yang mendekatkan polisi dengan masyarakat.
“Salah satunya melalui layanan darurat 110 untuk menyampaikan laporan dan meminta bantuan kepolisian,” imbuhnya.
Selain itu, Polres Poso mengoptimalkan kegiatan Jumat Keliling, Sabtu Subuh, dan Minggu Kasih sebagai sarana membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Kita punya program Jumat Keliling, Sabtu Subuh, Minggu Kasih. Ini juga bagian dari Polisi Mendengar,” kata AKBP. Londar.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan lebih berani melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba maupun aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
“Dengan begitu, Polisi Mendengar menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung terwujudnya Poso Bersinar melalui kepedulian dan keterlibatan masyarakat,” tukasnya.
Sinergi kepolisian dan warga menjadi kunci agar gerakan Poso Bersinar tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.
“Kami berharap sinergi dengan masyarakat tidak hanya terbangun melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat komunikasi, kepedulian, dan pelayanan yang mudah diakses,” tandas Kapolres Londar.
