JAKARTA, MAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali terus mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya memperkuat sistem merit dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional.
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menegaskan bahwa manajemen talenta penting untuk mengidentifikasi potensi, kompetensi, dan kinerja ASN secara objektif. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penempatan jabatan dan pengembangan karier aparatur sesuai kompetensi serta kebutuhan organisasi.
Hal itu disampaikan Iriane saat menghadiri ekspose pembangunan manajemen talenta ASN Pemkab Morowali di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Dalam kegiatan tersebut, Iriane hadir mewakili Bupati Morowali. Ia didampingi Kepala Kantor Regional (Kanreg) IV BKN Makassar, Akhmad Syauki, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Morowali, Asep Haerudin, Kepala Bidang Mutasi, Pengembangan, dan Penilaian Kinerja Aparatur, Indo Unga, serta sejumlah staf.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Kepala BKN RI Suherman, Deputi PPMASN BKN RI Herman, dan sejumlah pejabat BKN RI.
Dalam sambutannya, Iriane menyampaikan apresiasi kepada BKN Pusat dan Kanreg IV BKN Makassar atas dukungan serta pendampingan dalam mempersiapkan penerapan manajemen talenta ASN di Kabupaten Morowali.
Menurutnya, sistem tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kapasitas, potensi, dan kinerja setiap aparatur yang selama ini berperan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan.
“Melalui manajemen talenta ini, saya berharap potensi dan kinerja seluruh ASN di Kabupaten Morowali dapat terlihat dengan baik, sehingga menjadi dasar dalam pengembangan karier dan penempatan aparatur sesuai kompetensi,” ujarnya.
Ia berharap penerapan manajemen talenta dapat mendorong pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih terukur dan profesional, sekaligus memastikan potensi setiap ASN dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Morowali, Asep Haerudin, memaparkan kesiapan pemerintah daerah dalam membangun sistem manajemen talenta ASN.
Ia menyebutkan, Kabupaten Morowali memiliki 5.535 ASN, yang terdiri atas 3.060 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 2.475 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pemaparan tersebut mencakup kondisi jabatan yang kosong, pemetaan potensi dan kinerja ASN, pembaruan data kepegawaian, serta rencana pelaksanaan profiling ASN bersama Kanreg IV BKN Makassar.
Pemkab Morowali juga mengembangkan pembinaan kompetensi aparatur melalui pendekatan coaching, mentoring, dan pembelajaran berbasis pengalaman.
Dalam pemetaan kandidat suksesor atau calon pengisi jabatan, Asep menyampaikan bahwa terdapat empat ASN yang masuk Kotak 9 dalam peta manajemen talenta Kabupaten Morowali.
Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), kandidat yang disebutkan adalah Alamsyah dengan nilai total 82,96. Sementara pada jabatan administrator, terdapat Albakarah Firmansyah dengan nilai 84,19, Adnan dengan nilai 83,25, dan Indo Unga dengan nilai 81,50.
Menurut Asep, pemetaan tersebut menggunakan persentase dan sistem penilaian yang diterapkan BKN agar identifikasi kandidat dilakukan secara objektif dan terukur, berdasarkan kompetensi serta kinerja ASN.
Sementara itu, perwakilan pimpinan BKN menekankan bahwa keberhasilan penerapan manajemen talenta membutuhkan komitmen pimpinan daerah, tata kelola kelembagaan yang baik, serta data kepegawaian yang akurat dan terintegrasi.
Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pengisian jabatan sekaligus mempersiapkan calon pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Kabupaten Morowali disebut menjadi kabupaten/kota ketiga di Provinsi Sulawesi Tengah yang melaksanakan ekspose penerapan Sistem Manajemen Talenta ASN.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelaksanaan ekspose pembangunan manajemen talenta ASN antara Pemkab Morowali dan BKN RI. **
