POSO, MAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), memberlakukan Pembelajaran dari Rumah (BDR) bagi siswa TK/PAUD, SD, SMP sederajat dan pendidikan kesetaraan, mulai besok 23 hingga 24 Oktober 2026.

Hal itu dilakukan agar peserta didik, guru dan tenaga kependidikan terlindung dari paparan polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Poso, Roy Adrianus Pesudo mengatakan, pemberlakuan BDR merupakan hasil laporan dari pengawas serta seluruh sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Poso.

“Selain laporan yang kami terima, ada juga permohonan dari orang tua baik secara langsung maupun dari media sosial terkait dampak peningkatan kabut asap tersebut. Kemudian kami juga melihat perkembangan di BMKG yang menunjukkan pola peningkatan kabut asap di Kabupaten Poso cukup signifikan,” sebut Roy melalui telepon Whatsapp, Kamis (22/10).

Pihaknya, kata Kadis Roy, akan melihat perkembangan dua hari kedepan. Jika nanti ada penurunan pola kabut asap, maka dikembalikan ke pembelajaran tatap muka.

“Kami akan terus memantau perkembangannya, kalau memang belum ada penurunan kabut asap selama dua hari kedepan, maka kami akan menindak lanjuti kembali imbauan tersebut,” tukasnya.

Ia mengakui, penerapan BDR berpotensi memengaruhi capaian pembelajaran, terlebih sekolah mulai mempersiapkan ujian.

Selama pembelajaran dari rumah, kepala sekolah diminta berkoordinasi dengan guru dan orang tua untuk memastikan materi serta tugas tetap tersampaikan.

“Khusus siswa TK/PAUD dan kelas awal SD, kegiatan belajar harus sederhana, menyenangkan, dan tidak membebani anak maupun orang tua,” pungkasnya.

Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah, sementara guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas sesuai pengaturan sekolah masing-masing.