PALU, MAL – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar seminar bahasa asing di Aula Pascasarjana UIN Datokarama Palu, Ahad (23/8) pagi. Kegiatan tersebut mendorong para alumni meningkatkan penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bekal pengembangan kapasitas akademik dan karier.
Seminar tersebut diikuti puluhan alumni UIN Datokarama Palu dari sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), serta Fakultas Syariah.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Syeikh Dr. Syaraf Ali Utsman asal Arab Saudi dan Mr. Neil Robert Elvin asal Inggris. Seminar tersebut juga didukung penerjemah sekaligus dosen UIN Datokarama Palu, Muammar Ahsanul Hilmar dan Dzakiyah.
Syeikh Dr. Syaraf Ali Utsman menyatakan pentingnya penguasaan bahasa Arab, khususnya bagi umat Islam. Menurutnya, bahasa Arab memiliki keterkaitan erat dengan Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad SAW yang menjadi sumber utama ajaran Islam.
“Bahasa Arab adalah bagian penting dalam memahami syariat. Syariat menuntun kita mengetahui halal dan haram agar tidak keliru dalam beragama,” ujar Syeikh Syaraf saat diterjemahkan Muammar Ahsanul Hilmar.
Dr. Syaraf menjelaskan, kemampuan memahami bahasa Arab juga membantu umat Islam dalam menjalankan sejumlah ibadah, termasuk memahami bacaan dalam salat yang menggunakan bahasa Arab.
Menurutnya, bahasa Arab tidak hanya memiliki fungsi dalam konteks keagamaan, tetapi juga berperan penting sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Kekayaan kosakata dan makna dalam bahasa Arab memungkinkan sebuah kata dipahami dalam berbagai konteks.
Karena itu, Syeikh Syaraf mendorong peserta yang baru mulai mempelajari bahasa Arab agar tidak terlalu terpaku pada tata bahasa dan struktur kalimat pada tahap awal. Ia menyarankan pembelajar lebih banyak membiasakan diri mendengar percakapan serta menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari.
“Bagi pemula yang ingin belajar bahasa Arab, jangan terlalu memikirkan tata bahasa terlebih dahulu. Biasakan mendengarkan percakapan dan mulai menggunakannya,” katanya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Mr. Neil Robert Elvin, seorang mualaf asal Inggris, membagikan pengalaman dan pandangannya selama tinggal di Indonesia, khususnya di Kota Palu.
Neil mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Palu. Menurutnya, kebiasaan masyarakat untuk saling menyapa menjadi salah satu hal yang membedakan kehidupan sosial di Palu dengan masyarakat di negara asalnya yang dinilai lebih individualistis.
Ia menilai budaya saling menyapa dan membangun hubungan sosial tersebut menjadi pengalaman positif selama berada di Indonesia. Ia mengaku telah memilih untuk tinggal dan menjalankan usahanya bersama keluarga di Palu.
Seminar bahasa tersebut merupakan rangkaian akhir dari kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua pekan. Pelatihan angkatan kedua itu diikuti sebanyak 45 peserta yang seluruhnya merupakan alumni UIN Datokarama Palu.**
