Palu, Mal – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Profesor Lukman Thahir, menegaskan bahwa mahasiswa non-Muslim yang menempuh pendidikan di kampus tersebut memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.
“UIN Datokarama berkomitmen menyediakan ruang belajar yang inklusif, aman, dan setara bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang agama,” kata Profesor Lukman Thahir di Kota Palu, Ahad.
Berdasarkan data akademik, terdapat tujuh mahasiswa baru non-Muslim yang mendaftar di UIN Datokarama dan saat ini mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027.
Ketujuh mahasiswa tersebut bergabung dan berbaur bersama mahasiswa lainnya yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang beragam dalam pelaksanaan PBAK.
Profesor Lukman menegaskan, UIN Datokarama merupakan kampus yang terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk umat beragama non-Muslim yang ingin menempuh pendidikan tinggi.
“Sebagai kampus moderasi beragama, maka kehadiran mahasiswa non-Muslim merupakan langkah progresif dalam merawat toleransi dan kebinekaan di lingkungan perguruan tinggi. UIN Datokarama sebagai kampus Islam negeri terbesar di Sulawesi Tengah ini secara terbuka menerima mahasiswa beragama non-Muslim untuk menempuh pendidikan, dan menjamin tidak ada perbedaan perlakuan antar-mahasiswa,” ungkapnya.
“Kehadiran mereka di UIN Datokarama bukan sekadar pelengkap, tetapi bukti nyata bahwa inklusivitas dan moderasi beragama hidup dan bertumbuh di kampus ini. Kami memanusiakan manusia, membina potensi tanpa sekat ajaran agama,” tambah Prof. Lukman.
Ia menjelaskan, seluruh hak akademik dan nonakademik mahasiswa non-Muslim dijamin oleh regulasi kampus. Hak tersebut antara lain memperoleh beasiswa, memanfaatkan fasilitas penunjang pembelajaran, serta mengembangkan bakat dan minat melalui organisasi kemahasiswaan.
“Kehadiran tujuh mahasiswa baru non-Muslim pada PBAK 2026/2027 menjadi batu pijakan penting dalam mengikis stigma eksklusivitas pada perguruan tinggi keagamaan negeri,” ungkap Profesor Lukman.
Menurutnya, UIN Datokarama tidak hanya berorientasi mencetak lulusan yang memiliki intelektualitas tinggi, tetapi juga membentuk generasi muda yang berpikiran terbuka, memiliki empati, serta mampu menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat Indonesia yang plural.***
