PALU, MAL – Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof. Amar mengingatkan para wisudawan agar tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berjuang setelah memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Menurut Amar, kegagalan justru dapat menjadi informasi penting untuk menentukan langkah yang lebih baik dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Kegagalan itu bukan alasan untuk berhenti, tetapi kegagalan adalah informasi untuk menentukan jalan yang lebih baik di dalam setiap riset yang dilakukan,” ujar Amar dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda ke-138 Untad di Gedung Auditorium Untad, Kamis (20/8).
Amar mengatakan, para lulusan akan menghadapi berbagai tantangan setelah meninggalkan bangku kuliah. Tantangan tersebut dapat berupa penolakan, kegagalan, maupun rencana yang tidak berjalan sesuai harapan.
Karena itu, ia meminta para alumni Untad untuk terus belajar, beradaptasi, dan berani mencoba dalam menghadapi berbagai perubahan.
“Jangan berhenti, belajar dari kegagalan, dan terus bergerak. Dunia tidak membutuhkan lulusan yang takut gagal, dunia membutuhkan manusia yang berani mencoba, mau belajar dan mau beradaptasi,” katanya.
Menurut Amar, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting seiring perkembangan zaman dan transformasi digital yang terus berlangsung.
Ia menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik dan riset. Kampus juga harus mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Untuk itu, Untad tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas akademik dan riset, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang berdampak, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Amar menegaskan, Untad terus berupaya melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan di kampus.
“Kami berusaha untuk terus berbenah agar sistem pendidikan di kampus menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Wisuda ke-138 Untad diikuti sebanyak 1.018 lulusan dari jenjang doktoral, magister, sarjana, dan sarjana terapan.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turut memberikan orasi ilmiah. Amran mendorong para lulusan Untad agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja.
