PALU, MAL – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mendorong Universitas Tadulako (Untad) mempercepat pengembangan pendidikan dokter spesialis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny Lamadjido saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulteng dalam malam ramah tamah Dies Natalis ke-45 Untad, di Auditorium Untad, Jumat (14/8) malam.

Reny mengatakan, Pemprov Sulteng bersama Rektor Untad terus mendorong realisasi pendidikan dokter spesialis di Untad.

Saat ini, kata dia, telah tersedia dua program studi dokter spesialis, yakni Bedah dan Penyakit Dalam. Sementara program studi lainnya, termasuk bidang kebidanan dan kandungan, ditargetkan menyusul.

“Kita upayakan untuk membuka program ini secepatnya, dengan dukungan Fakultas Kedokteran Untad,” ujar Reny.

Menurutnya, pengembangan pendidikan kedokteran di Untad harus tetap mengedepankan standar pendidikan dan kelulusan yang mampu bersaing.

Reny menilai keberadaan pendidikan dokter spesialis di daerah memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat ketersediaan tenaga medis di Sulteng.

Selain sektor kesehatan, Pemprov Sulteng juga terus mendorong peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan.

Salah satunya melalui komitmen mewujudkan program satu sarjana setiap rumah dari tingkat desa. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akses pendidikan tinggi sekaligus kualitas SDM Sulawesi Tengah.

Reny mengatakan, komitmen tersebut juga terlihat dari tingginya serapan program Berani Cerdas di Untad. Menurutnya, Untad menjadi salah satu perguruan tinggi dengan tingkat serapan mahasiswa yang tinggi dalam program tersebut.

“Kami melihat banyak kemajuan luar biasa di Untad. Untad telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat Sulteng,” katanya.

Reny mengatakan, nama Tadulako yang bermakna pemimpin juga menjadi salah satu alasan penting bagi Untad untuk terus berkontribusi dalam mencetak SDM dan calon pemimpin daerah.

“Tidak menutup kemungkinan ada pemimpin daerah ini dari Untad,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap tema Dies Natalis ke-45 Untad, “Kita Untad”, dapat dimaknai sebagai semangat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Reny juga menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-45 Untad serta berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan Sulteng.

Dikesempatan yang sama, Rektor Untad Prof. Amar, mengatakan Untad menjadikan Dies Natalis ke-45 sebagai momentum memperkuat peran perguruan tinggi dalam riset, hilirisasi hasil penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, usia 45 tahun bukan sekadar momentum perayaan, tetapi menjadi titik tolak bagi Untad untuk terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.

Ia mengatakan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan, tetapi juga memiliki peran sebagai pusat riset dan pengembangan SDM.

Karena itu, Untad akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama dalam hilirisasi hasil riset, pengembangan sumber daya berkelanjutan, dan peningkatan kualitas SDM.

“Kolaborasi menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan hal ini,” ujar Amar.

Ia menegaskan, hasil penelitian yang dilakukan di lingkungan perguruan tinggi perlu didorong agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Amar juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Dies Natalis ke-45 sebagai momentum untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap almamater dan daerah.

Mengutip pernyataan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, ia mengatakan, “Jangan tanya apa yang Untad lakukan untuk kita, tapi apa yang sudah kita lakukan untuk Untad”.

Pesan tersebut, kata Amar, sejalan dengan tema Dies Natalis ke-45, yakni “Kita Untad”.

“Dari Untad kita berbuat untuk Sulteng, dari Sulteng kita berbuat untuk Indonesia dan dari Indonesia kita berbuat untuk dunia,” ujarnya.

Amar juga menyampaikan apresiasi kepada para pendahulu, pendiri, dan mantan rektor yang telah meletakkan dasar bagi perkembangan Untad. Penghargaan turut diberikan kepada dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta mitra yang berkontribusi terhadap kemajuan universitas.

Ia berharap lulusan Untad mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Dalam agenda terdekat, Untad dijadwalkan menggelar wisuda pada 20 Agustus 2026 dengan rencana kehadiran Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Selain itu, pada 19 Agustus 2026, Untad akan menjalani asesmen lapangan untuk pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi. *