PALU, MAL – Sebanyak 1.300 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) resmi menyandang gelar sarjana dalam Wisuda ke-137 Tahun 2026 yang digelar, di Auditorium Untad, Kamis (13/8).
Di tengah momentum kelulusan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong para lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Gubernur Sulteng melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Dr. Rusmadi, pada acara wisuda.
Menurutnya, Sulteng saat ini tengah bergerak menuju transformasi ekonomi dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, industri hingga ekonomi kreatif.
Namun, potensi tersebut dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Saudara-saudara adalah bagian penting dari masa depan Sulawesi Tengah,” kata Rusmadi membacakan sambutan Gubernur.
Karena itu, para lulusan Untad diminta berani mengambil peluang di tengah perkembangan ekonomi daerah, termasuk dengan membangun usaha dari skala kecil.
“Saya ingin para lulusan universitas tidak hanya menjadi pencari kerja. Saya ingin saudara menjadi pencipta lapangan kerja. Jangan takut membangun usaha dari kecil,” pesannya.
Gubernur juga mendorong lulusan Untad tidak memandang keberhasilan hanya dapat diraih dengan bekerja di kota besar.
Sebaliknya, generasi muda Sulteng diharapkan berani kembali ke daerah asal dan membangun potensi ekonomi di desa maupun wilayah masing-masing.
“Justru saya berharap semakin banyak anak-anak muda Sulawesi Tengah yang pulang dan membangun daerahnya dan jadilah bagian dari perubahan Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Senada dengan pesan tersebut, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar.
Menurut Amar, pendidikan sejati tidak hanya diukur dari pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah, tetapi juga dari dampak positif yang diberikan kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta para lulusan tetap menjaga sikap, perilaku dan nama baik almamater ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Ketika saudara meninggalkan kampus ini nanti, jangan anggap bahwa perjalanan saudara sudah selesai. Hari ini bukan akhir, hari ini adalah saat yang menanti,” kata Amar.
Ia kemudian berpesan agar para alumni terus belajar, berkarya dan berani membangun sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“Pergilah, belajarlah, berkaryalah, hadapilah dunia, bangunlah sesuatu yang lebih baik. Ke mana pun saudara melangkah, bawalah nama baik Universitas Tadulako,” pesannya.
Dalam Wisuda ke-137 tersebut, Untad juga memberikan apresiasi kepada wisudawan terbaik tingkat universitas dan fakultas.
Predikat wisudawan terbaik tingkat universitas diraih Krisna dari Program Studi Ilmu Hukum.
Krisna mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 dan berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 6 bulan 11 hari.
Wisuda ke-137 ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Namun, pelaksanaannya ditunda menyusul gempa bumi yang melanda Palu dan sekitarnya pada 16 Juni 2026.
Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan pada gedung Auditorium Untad sehingga agenda wisuda harus dijadwalkan kembali.
Kini, setelah melalui rangkaian tahapan pendidikan dan tugas akhir, 1.300 lulusan resmi meninggalkan kampus dengan tantangan baru, mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan Sulteng.
