PALU, MAL – Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid mendampingi Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Senin (3/8). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penjajakan awal terhadap potensi investasi di Kota Palu.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama investasi. Tahap yang dilakukan saat ini masih berupa pengumpulan informasi sebagai bahan pertimbangan apabila terdapat investor asal UEA yang berminat menanamkan modal di Indonesia.

Hadianto mengatakan Pemerintah Kota Palu berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, dukungan infrastruktur, serta sinergi dengan pemerintah pusat dan pengelola KEK Palu.

“Kami terus berupaya menghadirkan kemudahan bagi investor agar Palu menjadi salah satu tujuan investasi yang kompetitif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes UEA memperoleh paparan mengenai sejumlah keunggulan strategis Kota Palu. Selain berada di kawasan tengah Indonesia dan berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Palu juga memiliki Pelabuhan Pantoloan dengan kedalaman alami sekitar 18 meter yang dinilai mampu mendukung aktivitas industri dan logistik berskala besar.

Keunggulan tersebut diperkuat oleh testimoni seorang investor asal Tiongkok yang telah berinvestasi di kawasan IKN. Ia mengaku mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Palu dalam proses investasi dan menilai daerah itu memiliki komitmen menciptakan iklim usaha yang sehat.

Kunjungan Dubes UEA diharapkan menjadi langkah awal terbukanya peluang investasi dari Uni Emirat Arab ke Kota Palu, sekaligus memperkuat posisi KEK Palu sebagai salah satu kawasan investasi strategis di Indonesia bagian tengah.