JAKARTA, MAL – Sebuah visualisasi yang dipublikasikan NASA kembali viral di media sosial hingga 28 Juli 2026 setelah disebut-sebut menunjukkan bahwa Bumi memiliki bentuk yang sangat berbeda dari bola sempurna. Namun, visualisasi tersebut bukan foto bentuk fisik Bumi, melainkan representasi ilmiah geoide atau model medan gravitasi Bumi yang digunakan untuk kepentingan penelitian dan pengukuran geodesi.

Visualisasi yang dirilis NASA pada 15 Juli 2026 itu menampilkan permukaan menyerupai planet yang bergelombang dan tidak beraturan. Tampilan tersebut memicu berbagai interpretasi di media sosial, terutama setelah penyebarannya kembali ramai pada 24 hingga 27 Juli 2026.

NASA menjelaskan bahwa gambar tersebut merupakan visualisasi geoide, yakni permukaan ekuipotensial yang dapat dianggap sebagai bentuk permukaan laut rata-rata apabila hanya dipengaruhi oleh gravitasi dan rotasi Bumi.

“The geoid is an equipotential surface that can be thought of as the shape an ocean surface would take due to the Earth’s gravity field,” demikian keterangan resmi NASA.

Visualisasi tersebut dibuat menggunakan model gravitasi global GOCO06s yang dibangun dari data satelit. Data yang digunakan berasal dari lebih dari 1 miliar observasi yang dikumpulkan selama 15 tahun oleh 19 satelit, termasuk misi GRACE milik NASA dan GOCE milik European Space Agency (ESA).

NASA juga menegaskan bahwa bentuk yang tampak ekstrem pada gambar bukan kondisi sebenarnya dari permukaan Bumi. Perbedaan ketinggian dalam visualisasi sengaja diperbesar agar variasi medan gravitasi dapat terlihat lebih jelas.

“In this visualization the geoid height is greatly exaggerated, by a factor of 10,000,” tulis NASA dalam deskripsi visualisasi tersebut.

Penjelasan serupa juga muncul dalam berbagai ulasan yang mengkaji viralnya gambar tersebut. Salah satu penjelasan menyebutkan bahwa gambar tersebut tidak menunjukkan bentuk fisik Bumi.

“Gambar itu tidak menunjukkan bentuk fisik Bumi, melainkan representasi ilmiah medan gravitasinya, yang dikenal sebagai geoide.”

Selain itu, perbedaan yang ditampilkan pada visualisasi disebut telah diperbesar hingga 10.000 kali dari kondisi sebenarnya agar dapat terlihat oleh publik.

Secara ilmiah, geoide digunakan untuk memodelkan permukaan laut rata-rata global, membantu pengukuran ketinggian, serta mendukung penelitian mengenai distribusi massa Bumi, perubahan lapisan es, dan aktivitas geologi. Model ini juga menjadi salah satu referensi penting dalam bidang geodesi dan pemetaan.

Viralnya gambar tersebut menunjukkan masih adanya salah tafsir antara bentuk fisik Bumi, model medan gravitasi, dan visualisasi ilmiah yang dibuat untuk kebutuhan penelitian. Berdasarkan penjelasan yang tersedia, gambar NASA tersebut merupakan representasi geoide dan bukan bukti bahwa bentuk fisik Bumi berubah menjadi tidak bulat. ***