PALU, MAL – Lima unit toko meubel di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, ludes terbakar dalam insiden hebat pada Sabtu, 25/7, sekitar pukul 10.42 WITA.

Peristiwa kebakaran toko meubel ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material yang besar dan masih dalam proses pendataan.

Kelima toko yang hangus terbakar tersebut masing-masing dimiliki oleh Suciani (Alfa Meubel), Sahabudin, Wandi (Pasundan Meubel), Nur Sutiati (Mandar Meubel), dan Robert (Toraja Meubel). Insiden kebakaran toko meubel ini menarik perhatian warga sekitar karena lokasinya yang strategis.

Menurut keterangan Suciani, api pertama kali terlihat berasal dari gudang di bagian belakang toko miliknya. Ia mendengar suara “krek-krek” sebelum melihat kepulan asap dan kobaran api yang dengan cepat merambat ke seluruh bangunan. Suciani segera berteriak meminta pertolongan warga dan menyelamatkan diri.

Wandi, pemilik salah satu toko yang terbakar, mengaku mengetahui kejadian setelah diinformasikan warga. Setibanya di lokasi, toko meubel miliknya sudah dalam kondisi hangus.

Bersama warga, ia berupaya memadamkan api menggunakan air laut, namun kobaran api terus membesar dan meluas. Nurhayati, saksi lain, juga mendengar teriakan warga dan membantu pemadaman serta penyelamatan perabot.

Warga segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu. Sekitar pukul 11.00 WITA, empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai tiba di lokasi.

Petugas berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 11.56 WITA setelah berjibaku dengan kobaran api di area kebakaran toko meubel tersebut. Proses pendinginan berlanjut untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, melalui Kapolsek Mantikulore Iptu Andi Rampewali, menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran toko meubel ini masih dalam penyelidikan.

Petugas dari Polsek Mantikulore telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan mengidentifikasi sumber awal munculnya api.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang didominasi material mudah terbakar seperti kayu dan papan,” kata Iptu Andi Rampewali.

“Jika menemukan tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.”

Ia menambahkan, dugaan sementara cepatnya penyebaran api dipengaruhi oleh konstruksi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu, banyaknya tumpukan serbuk kayu di toko meubel tersebut, serta tiupan angin yang cukup kencang sehingga api mudah merambat ke bangunan lain. Faktor-faktor ini turut mempercepat meluasnya kebakaran toko meubel.

Hingga situasi dinyatakan aman sekitar pukul 13.10 WITA, personel kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung nilai kerugian material yang diderita kelima pemilik toko meubel tersebut. ***