PALU, MAL – Kaligrafi di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu yang sempat menjadi sorotan jamaah karena terbalik dalam penulisannya, akhirnya diperbaiki.
Perbaikan dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP (PTPP), selaku pihak yang mengerjakan pembangunan masjid tersebut.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Rully Djanggola, mengatakan perbaikan merupakan bagian dari tanggung jawab pihak pelaksana dalam masa pemeliharaan masjid.
“Alhamdulillah, perbaikan kaligrafi yang sempat viral karena terbalik penulisannya sudah diperbaiki di Masjid Raya Baitul Khairaat. Ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam kegiatan pemeliharaan masjid,” kata Rully, Kamis (10/9).
Menurut Rully, pekerjaan perbaikan telah dilakukan sejak pekan lalu. Pihak pelaksana menargetkan perancah atau scaffolding yang digunakan selama proses perbaikan dapat dibuka sebelum pelaksanaan Salat Jumat.
“Dari pihak vendor, PT PP yang membuat kaligrafi tersebut, sudah mengerjakan perbaikan sejak minggu lalu. Targetnya, Jumat ini perancahnya sudah bisa dibuka,” jelasnya.
Rully menegaskan, PT PP masih bertanggung jawab terhadap pekerjaan kaligrafi tersebut. Setelah persoalan tulisan yang terbalik disampaikan kepada perusahaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah langsung mengajukan permintaan perbaikan.
“Pihak PT PP masih bertanggung jawab atas pekerjaan kaligrafi tersebut. Seperti yang saya sampaikan saat wawancara sebelumnya terkait kenapa tulisan kaligrafi itu terbalik, kami sudah mengajukan perbaikan kepada PT PP,” ujarnya.
Dengan diperbaikinya kaligrafi tersebut, persoalan yang sempat ramai diperbincangkan jamaah kini telah ditangani oleh pihak pelaksana pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat.
