Rezekimu tidak akan pernah tertukar, sebab yang menjadi rezekimu tidak mungkin Allah tukarkan kepada orang lain. Dan begitu sebaliknya, rezeki yang Allah jatahkan kepada orang lain tidak akan mungkin Allah tukarkan kepadamu. Maka itu, bersabarlah!

Jagalah hati agar selalu percaya pada Allah, terlebih saat kamu mulai gelisah dikala orang lain mendapat kenikmatan lebih. Karena rezeki itu ada masanya, mungkin saja Allah tidak memberimu saat ini sebab sejatinya kamu memang belum benar-benar membutuhkannya.

Ingat, setiap jiwa tidak akan mati sampai rezekinya sempurna. Kalau sudah ada jaminan demikian, setiap yang bekerja teruslah bekerja, jangan khawatir dengan jatah rezekinya. Tidak ada alamat palsu dalam soal rezeki.

Semuanya tertulis rapi dan pasti didistribusikan kepada yang berhak mendapatkannya. Bahkan terkait setiap butir kecil garam, ia sudah ditetapkan untuk direzekikan kepada siapa, kapan waktunya sudah tertulis.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani)

Jadi jangan biarkan hatimu meronta mengingini kenikmatan yang didapat orang lain pindah kepadamu, karena yang demikian Allah tidak suka.

Maka, bijaklah mengendalikan hatimu, agar Allah senantiasa rida terhadapmu. Dan bila Allah telah rida, tentu untuk memperoleh lebih dari sekadar yang kamu harapkan akan sangat mungkin.

Ingatlah, rezekimu sesuai dengan kebutuhanmu, jadi bila saat ini kamu belum mendapatkannya maka artinya kamu belum membutuhkannya. Jadi tidak usah kamu mengeluh ataupun berputus asa dari rahmat-Nya, sebab bila sudah sampai waktunya maka Allah akan takdirkan kepadamu.

Allah tahu kapan nikmat yang seperti orang lain dapatkan benar-benar kamu butuhkan, maka bersabarlah! Karena rezekimu sampai kapan pun tidak akan pernah tertukar dengan rezeki orang lain.

Semua itu hanya tentang waktu, Allah tahu kapan kamu benar-benar harus bahagia dengan nikmat yang akan Dia timpakan kepadamu sesuai dengan harapmu dalam doa-doamu selama ini.

Dan bisa jadi saat kamu mampu bersabar, maka Allah akan memberimu lebih dari apa yang kamu ingini saat ini. Jadi pandai-pandailah menjaga sabarmu, karena siapa pun yang mampu bersabar maka pasti Allah akan balas dengan kebaikan-Nya yang sungguh elegan, dan pastinya sempurna.

Jadi jangan ragu untuk selalu mengusahakan diri dalam mendapat harta yang halal bagi diri kita. Karena selain keberkahan dan keselamatan, harta dan atau rezeki yang halal juga akan menenangkan jiwa kita dari sifat tamak dan gampang iri pada apa yang diraih orang lain. Insya Allah hal inilah yang akan lebih membawa keselamatan bagi iman dan hidup kita.

Bekerja hanyalah satu di antara sekian banyak jalan yang mungkin mendatangkan rezeki. Bekerja hanyalah salah satu perintah Allah Ta’ala agar kita mencari karunia-Nya yang terbentang di muka bumi.

Maka, sebagaimana laiknya ibadah lainnya, bekerja pun harus dikerjakan secara ikhlas dan sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikianlah renungan soal rezeki ini, semoga saja bermanfaat. Wallahu a’lam

Darlis Muhammad (Redaktur Senior Media Alkhairaat)