PALU, MAL – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong civitas akademika Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu mengembangkan budaya riset pembangunan daerah.
Ajakan ini disampaikan dalam kuliah umum di Aula Fakultas Kedokteran Unisa, Senin, 29/06.
Anwar Hafid menekankan bahwa riset pembangunan daerah menjadi fondasi penting bagi perumusan kebijakan. Ia menyoroti sejumlah isu strategis yang membutuhkan kajian, seperti hilirisasi sumber daya alam, mitigasi bencana, dan pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tengah.
“Saya pelajari dari banyak negara maju, kebijakan pemerintahan itu semua berbasis riset,” kata Anwar Hafid. Ia menegaskan, kebijakan berkualitas lahir dari kajian ilmiah yang kuat.
Gubernur juga membagikan kisah perjuangan hidupnya menuntut ilmu, yang menjadi inspirasi lahirnya program Beasiswa Regional Sulawesi Tengah (BERANI Cerdas). Ia harus berpisah dari orang tua sejak lulus SD untuk sekolah di Wosu, lalu merantau ke Makassar untuk menempuh pendidikan di APDN.
Program BERANI Cerdas bertujuan memperluas kesempatan mahasiswa Sulawesi Tengah meraih gelar sarjana dan mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Program riset pembangunan daerah juga dapat diselaraskan dengan tujuan ini.
“BERANI Cerdas tidak hanya membantu mahasiswa kurang mampu, tapi juga mendorong prestasi bagi mahasiswa mampu,” jelas Gubernur Anwar Hafid. Beasiswa ini mengakomodasi jalur afirmasi dan prestasi bagi mahasiswa di Sulawesi Tengah.
Anwar Hafid meyakini pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah takdir kehidupan. Ia menyoroti bahwa riset pembangunan daerah dapat membuka banyak peluang.
“Biarlah uang daerah habis untuk BERANI Cerdas kalau hanya itu yang kita bisa kerjakan,” ujarnya. Ia menyebut BERANI Cerdas sebagai jalan mewujudkan cita-cita Nambaso atau “Anak Miskin Bisa Sekolah”.
Acara kuliah umum tersebut turut diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Universitas Alkhairaat Palu, serta penyerahan buku dan proposal riset pembangunan daerah strategis. ***

