PALU, MAL – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Alkhairaat Pusat Palu melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar kelas, dengan mengunjungi Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu pada Senin. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mitigasi gempa dan tsunami secara langsung kepada para siswa SD Alkhairaat.

Para siswa menerima pengetahuan umum terkait gempa bumi dan tsunami, termasuk bagaimana langkah-langkah mitigasi yang tepat saat bencana terjadi. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendengarkan penjelasan dari petugas BMKG dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan.

Setelah sesi pemaparan materi, murid-murid juga diajak melihat langsung sarana dan prasarana peralatan canggih yang digunakan oleh BMKG untuk memantau pergerakan gempa bumi di Sulawesi Tengah. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang kerja BMKG.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa rencana kunjungan SD Alkhairaat Pusat Palu ini seharusnya dilaksanakan pada Rabu pekan lalu, namun sempat tertunda karena adanya kejadian gempa bumi.

“Program dilaksanakan SD Alkhairaat sangat baik, sehingga sejak dini anak-anak mendapat pengetahuan dan punya mitigasi, sebelum dan pasca gempa,” kata Djati Cipto Kuncoro.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran di luar kelas seperti ini juga rutin dilaksanakan untuk berbagai jenjang, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Namun, untuk tingkat lanjutan, fokusnya lebih kepada pengenalan sarana dan prasarana sesuai materi perkuliahan.

Mengingat gempa dan tsunami tidak dapat diprediksi, Djati Cipto Kuncoro mengimbau masyarakat Kota Palu, khususnya Sulawesi Tengah, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini sejalan dengan misi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam melindungi masyarakat.

Salah satu peserta, Dzakiyah, mengaku mendapatkan pengetahuan baru terkait gempa bumi dan tsunami serta cara mitigasi yang efektif. “Pelajaran gempa dan tsunami dan cara memitigasi,” katanya sambil tersipu malu.

Sementara itu, Wali Kelas V SD Alkhairaat Palu, Thurfah Karennina, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena berhubungan langsung dengan materi yang telah dipelajari siswa di sekolah. Pembelajaran di kelas umumnya bersifat teori, sementara kunjungan ke Kantor Geofisika BMKG memungkinkan siswa melihat langsung peralatan dan proses kerja pemantauan gempa bumi serta mitigasi bencana.

“Cara belajar seperti ini dinilai lebih efektif karena memberikan pengalaman nyata kepada siswa,” kata Thurfah Karennina.

Sebagai seorang guru, Thurfah Karennina berharap kegiatan semacam ini dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai mitigasi bencana. Siswa diharapkan tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa atau bencana lainnya, termasuk pentingnya tetap tenang, mengenali prosedur evakuasi, dan mempersiapkan kebutuhan darurat.

Ia juga menambahkan, melalui penjelasan langsung dari petugas BMKG, siswa menjadi lebih memahami fungsi berbagai peralatan geofisika dan mengetahui cara memperoleh informasi resmi terkait gempa bumi melalui aplikasi maupun layanan BMKG.

Pengetahuan yang diperoleh ini diharapkan dapat diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar, sehingga siswa lebih siap menghadapi potensi bencana. “Ke depan, saya berharap program edukasi seperti ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak sekolah maupun guru,” ujarnya.

Pembelajaran langsung di lapangan memberikan pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya melalui teori di kelas, sehingga mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana sejak dini.