SIGI, MAL – Haul ke-5 Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri di Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi pada Sabtu, 8 Agustus 2026, menjadi momentum bagi media Interkini.co untuk berbagi melalui posko minuman gratis bagi para jamaah yang hadir.
Kegiatan ini, menurut Pimpinan Redaksi Interkini.co Mohamad Gasalele, bukan sekadar berbagi minuman. Ini adalah cara sederhana untuk mengambil pelajaran dari nilai ilmu dan kemanfaatan yang diwariskan Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri.
“Haul adalah ruang untuk mengenang, tetapi juga untuk belajar. Kita tidak boleh berhenti hanya pada mengenang nama dan sosok beliau. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai dan ilmu yang beliau tinggalkan tetap hidup dalam kehidupan kita,” kata Mohamad Gasalele.
Sejumlah jamaah, mulai dari anak-anak hingga dewasa, silih berganti mendatangi posko untuk mengambil minuman yang telah disediakan oleh Interkini.co. Kehadiran posko ini menunjukkan semangat berbagi di momen Haul Habib Saggaf.
Menurut Mohamad, warisan seorang ulama tidak cukup hanya dijaga melalui seremoni atau ingatan semata. Nilai dan ilmu yang ditinggalkan harus menemukan tempat dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
“Ilmu tidak seharusnya berhenti sebagai pengetahuan. Ilmu harus melahirkan manfaat dan kepedulian. Itu yang kami ambil sebagai pelajaran dari keteladanan para ulama, termasuk Habib Saggaf,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap orang dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Bentuk pengabdian tidak selalu harus hadir dalam tindakan besar.
“Kami sebagai media memilih mengambil bagian dengan cara sederhana, hadir di tengah jamaah dan berbagi,” katanya lagi.
Mohamad berprinsip, kemanfaatan juga sangat relevan dalam kerja jurnalistik. Media tidak hanya bertugas menyampaikan peristiwa, tetapi juga diharapkan dapat menghadirkan informasi dan pengetahuan yang berguna bagi masyarakat.
Posko minuman yang dibuka di tengah pelaksanaan Haul Habib Saggaf ini menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Sebuah tindakan sederhana yang berangkat dari keyakinan bahwa ilmu akan tetap hidup selama terus diamalkan.
“Warisan ilmu akan tetap hidup selama masih ada yang mengamalkannya. Kami berharap semangat itu terus diwariskan,” tutup Mohamad.
