PALU, MAL – Ribuan jamaah yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, serta masyarakat Kota Palu memadati halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah untuk pelaksanaan Sholat Subuh Berjamaah, Dzikir Bersama, dan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dalam agenda Jumat Subuh Berkah Gubernur Sulteng, Jumat pagi (19/06).

Kegiatan yang berlangsung khusyuk tersebut menjadi bagian dari implementasi program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Berani Berkah. Program ini mencakup penguatan nilai-nilai spiritual melalui Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji, dan dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan Sujud Tilawah, dzikir bersama, doa bersama, serta tausiyah keagamaan yang diikuti antusias oleh seluruh jamaah yang hadir dalam kegiatan Jumat Subuh Berkah Gubernur Sulteng.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa kegiatan Jumat Subuh Berkah Gubernur Sulteng bukan sekadar agenda seremonial pemerintah. Namun, ia menyebutnya sebagai bagian dari ikhtiar spiritual bersama untuk memohon perlindungan, keberkahan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, berbagai peristiwa kebencanaan yang terjadi di Sulawesi Tengah, termasuk gempa bumi yang kembali dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, harus dimaknai sebagai pengingat agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kita di Sulawesi Tengah ini sedang diingatkan oleh Allah. Dulu tahun 2018 kita pernah merasakan ujian besar, dan sekarang kembali kita merasakan getaran gempa. Ini menjadi pengingat bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan manusia semata, tetapi juga harus terus mendekatkan diri kepada Allah,” kata Gubernur Anwar Hafid.

Lebih lanjut, gubernur menekankan bahwa dalam konsep pemerintahan, terdapat dua hal mendasar yang menjadi tujuan utama, yakni prosperity atau kesejahteraan, serta security atau rasa aman.

“Dalam ilmu pemerintahan, tugas utama pemerintah itu hanya dua, menghadirkan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat,” tegas Gubernur Anwar Hafid.

Gubernur juga mengajak seluruh ASN, khususnya pegawai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, untuk menjadikan kegiatan Subuh Berjamaah sebagai budaya bersama dalam membangun keberkahan daerah. Ia meyakini apabila ribuan aparatur pemerintahan secara rutin memulai hari dengan doa, ibadah, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT, maka keberkahan akan turun bagi daerah dan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kalau ribuan pegawai kita hadir setiap subuh untuk berdoa bersama, insyaallah keberkahan akan datang. Kalau daerah ini berkah, maka rakyat akan merasakan kesejahteraan dan pemerintah juga akan mampu bekerja dengan baik,” ungkap Gubernur Anwar Hafid.

Gubernur berharap kegiatan Jumat Subuh Berkah Gubernur Sulteng dapat terus berjalan secara konsisten. Ia ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi respons ketika daerah menghadapi musibah, tetapi menjadi kebiasaan spiritual kolektif yang terus dijaga bersama.

Pada kesempatan yang sama, tausiyah agama disampaikan Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, yang juga menjabat Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa dzikir tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas menyebut nama Allah SWT, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran spiritual untuk selalu mengingat Sang Pencipta dalam setiap aspek kehidupan. Menurutnya, makna dzikir dalam Al-Qur’an mengandung pesan agar manusia senantiasa menghadirkan Allah dalam hati, pikiran, dan tindakan, sehingga memperoleh ketenangan jiwa di tengah berbagai ujian kehidupan.

“Dengan banyak mengingat Allah, maka hati akan menjadi tenang. Ketenangan itulah yang saat ini sangat dibutuhkan manusia, terlebih ketika kita sedang menghadapi ujian, termasuk musibah gempa yang menguji keimanan dan kesabaran kita bersama,” ujar Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag.

Kegiatan Jumat Subuh Berkah Gubernur Sulteng ini menjadi implementasi nyata program Berani Berkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di tingkat provinsi, tetapi dapat diadopsi seluruh pemerintah kabupaten dan kota sebagai gerakan bersama membangun Sulawesi Tengah yang aman, sejahtera, religius, dan penuh keberkahan.