PALU, MAL – Dinas Pendidikan atau Disdik Sulteng resmi memberlakukan pembelajaran daring bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB. Kebijakan ini diambil pascagempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan sekitarnya pada Selasa (16/06).

Langkah ini merupakan upaya antisipasi dari Disdik Sulteng untuk menjaga keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan. Kondisi pascagempa dinilai masih rawan karena adanya potensi gempa susulan di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meminta para siswa untuk tetap belajar dari rumah masing-masing. Siswa juga diimbau untuk selalu waspada dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi terkait kebencanaan.

“Kepada seluruh peserta didik SMA, SMK, dan SLB agar sementara waktu belajar secara daring dari rumah masing-masing serta tetap waspada dan mengupdate informasi resmi dari pemerintah terkait kondisi pascagempa,” kata Firmanza DP, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam arahan lanjutannya, Firmanza meminta para guru yang telah merampungkan ujian semester untuk tetap melakukan evaluasi pembelajaran. Tenaga pendidik diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana alam secara daring.

Seluruh kepala sekolah diinstruksikan untuk terus menjalin koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses belajar dan memantau kondisi fisik bangunan sekolah.

“Semoga kita semua tetap berada dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” kata Firmanza DP, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

Disdik Sulteng akan terus mengevaluasi kebijakan pembelajaran daring menyesuaikan dengan perkembangan situasi di daerah terdampak gempa. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong dan selalu merujuk pada sumber resmi instansi berwenang. ***