PALU – Kabar mengejutkan datang dari panggung politik Sulawesi Tengah. Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Tengah, Hadianto Rasyid, dikabarkan resmi mengundurkan diri dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) setelah sekitar 18 tahun berkiprah di partai tersebut.

Informasi itu dibenarkan Wakil Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah, Frits Sem A. Kandori, saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6).

Menurut Frits, surat pengunduran diri Hadianto telah disampaikan secara resmi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura pada awal Juni 2026.

“Iya benar, Pak Hadianto Rasyid telah mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Hanura. Surat tersebut ditujukan langsung kepada DPP Hanura sekitar tanggal 3 atau 4 Juni lalu,” ujar Frits.

Frits menegaskan, keputusan tersebut tidak dipicu persoalan internal partai. Menurutnya, hubungan antar pengurus dan kader Hanura di Sulawesi Tengah tetap berjalan harmonis.

“Tidak ada masalah di internal partai. Kami baik-baik saja dan hubungan sesama anggota sangat harmonis,” katanya.

Secara pribadi, Frits mengaku menghormati keputusan yang diambil Hadianto. Namun, ia menyayangkan pengunduran diri tersebut terjadi di tengah tahapan verifikasi partai politik yang sedang berlangsung.

“Saya menghormati keputusan Pak Hadianto Rasyid. Terima kasih atas kebersamaan dan kontribusi beliau selama ini. Namun tentu kami menyayangkan karena keputusan ini diambil saat partai sedang menghadapi tahapan verifikasi yang cukup krusial,” ungkapnya.

Kabar pengunduran diri Hadianto mulai mencuat setelah DPP Hanura menggelar pertemuan dengan para ketua dan sekretaris DPD serta DPC Hanura kabupaten/kota pada 8 Juni 2026.

Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan politik Hadianto bersama Hanura yang telah berlangsung hampir dua dekade.

Seiring munculnya kabar itu, beredar pula isu bahwa Wali Kota Palu tersebut akan bergabung dengan Partai Gerindra. Namun hingga kini, informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi.

Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, mengaku belum mengetahui adanya rencana Hadianto bergabung dengan Gerindra.

“Saya tidak tahu. Belum ada pembicaraan ke arah itu,” tegas Longki saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan Hadianto juga belum pernah menemuinya untuk membicarakan hal tersebut.

“Hadianto tidak pernah datang bersilaturahmi dengan saya terkait hal itu. Saya juga tidak tahu kalau beliau bersilaturahmi dengan kader Gerindra yang lain. Meskipun dia ponakan saya, tetapi urusan politik adalah urusan yang berbeda,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Hadianto Rasyid mengenai alasan pengunduran dirinya dari Hanura maupun terkait isu kepindahannya ke partai lain. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan, meski pesan tersebut telah terbaca.