POSO – Gagasan menjadikan ekonomi hijau sebagai sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Poso mendapat dukungan dari aktivis senior LSM Poso, Budiman Maliki.
Menurutnya, ide yang disampaikan Wakil Ketua I DPRD Poso, Sesi KD Mapeda, layak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Konsep ekonomi hijau ini, kata Budiman, merupakan alternatif strategis untuk memperkuat perekonomian daerah tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Model pembangunannya sejalan dengan kebutuhan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah.
“Secara perspektif dan ide, ini sangat tepat serta strategis sebagai alternatif baru sumber pendapatan daerah,” ujar Budiman saat dimintai tanggapannya oleh media.alkhairaat.id, Jumat (5/6).
Ia menjelaskan, ekonomi hijau berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial dengan tetap menekan risiko kerusakan lingkungan. Sistem ini mendorong pembangunan rendah karbon, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta inklusivitas sosial.
“Poso memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi hijau. Selain kawasan hutan yang luas, daerah ini juga didukung keberadaan pembangkit listrik tenaga air sebagai energi terbarukan serta potensi pengembangan ekowisata berbasis konservasi,” jelasnya.
Ia mencontohkan praktik ekonomi hijau yang telah berjalan di tingkat masyarakat, melalui budidaya madu trigona di kawasan kaki Gunung Biru, Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir. Kegiatan yang digagas kelompok Proposoku sejak 2004 itu dinilai berhasil memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga petani.
“Penguatan mata pencaharian melalui budidaya lebah madu trigona sudah nyata dirasakan masyarakat. Jika dalam skala kecil bisa berhasil, maka dalam skala yang lebih besar tentu sangat memungkinkan,” tukasnya.
Budiman berharap, DPRD Poso, khususnya anggota yang tergabung dalam Kaukus Parlemen Hijau Daerah (KPHD), dapat mengawal gagasan tersebut melalui dukungan publik dan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif.
“Oleh karena itu, komitmen pemerintah daerah menjadi kunci agar ekonomi hijau benar-benar berkembang dan menjadi sumber PAD baru bagi Kabupaten Poso,” tandas Budiman.

