PALU – Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah (Sulteng) menekankan penguatan ketahanan keluarga melalui dua fokus utama, yakni peningkatan peran ayah dalam pengasuhan anak dan penguatan literasi keuangan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Cinta Rupiah yang digelar Tim Kerja 3 BKKBN Sulteng bersama mitra kerja lintas sektor, di Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, Kamis (4/6).

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Nuryamin, mengatakan keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk keluarga yang berkualitas.

Melalui program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), ayah didorong untuk tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir dalam proses tumbuh kembang anak secara langsung.

Sementara itu, materi penguatan peran ayah juga disampaikan oleh Prof. Dr. K.H. Zainal Abidin, M.Ag, yang mengangkat konsep involved fatherhood dalam perspektif Islam. Ia menegaskan bahwa ayah memiliki peran sebagai pendidik, pelindung, pembimbing, dan teladan bagi anak.

Menurutnya, keterlibatan ayah yang ditunjukkan melalui kehadiran fisik dan emosional, serta interaksi yang intens, berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan masa depan anak.

Selain isu pengasuhan, peserta juga mendapatkan edukasi Cinta Rupiah yang disampaikan oleh Tim Laskar Rupiah. Materi ini mencakup pengenalan ciri keaslian uang rupiah, kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan, serta mekanisme pelaporan apabila terjadi tindak kejahatan di sektor keuangan.

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga serta mengurangi risiko menjadi korban kejahatan finansial.

Dalam sesi penutup, peserta juga diajak menerapkan kebiasaan sederhana berupa 15 menit tanpa gawai setiap hari. Kebiasaan ini dinilai dapat memperkuat komunikasi dalam keluarga dan meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga melalui penguatan peran orang tua sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat.