Seorang muslim tidak dibolehkan untuk mudah berputus asa, apalagi kehilangan semangat dan gairah kehidupan karena Allah tidak melihat hasil akhir, tetapi menilai sejauhmana usaha dan kerja keras umat manusia dalam menggapai ridha-Nya.
Segala sesuatu tidak diperoleh dengan mudah apalagi instant, semuanya harus berdasarkan kerja keras dan usaha yang maksimal. Untuk itu perlu kesungguhan dan ketulusan dalam melaksanakan berbagai aktivitas, dimulai dengan mengucapkan “Bismillah” sembari berharap akan pertolongan dan bantuan Allah.
Suri teladan kita Nabiullah Mihammad SAW, adalah orang yang tidak mudah patah semangat. Beliau merupakan simbol perjuangan dan optimisme seorang manusia yang patut ditiru dan diteladani oleh kita semua, beliau melihat masa depan dengan cerah, penuh dengan kesabaran dan tidak mengeluh serta berpaling dari kenyataan yang sedang beliau hadapi, karena beliau yakin bahwa dalam hidup ini dia tidaklah berjalan sendirian tetapi ada Allah Yang Maha Kuasa, Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang saleh.
Dengan demikian, bagi yang meyakini akan adanya wujud Allah Swt, tidak perlu frustrasi dan putus asa dalam menghadapi segala bentuk cobaan bahkan yang maha dahsyat sekalipun misalnya kehilangan orang terdekat, belum dikaruniai momongan, belum mendapatkan jodoh, belum mendapatkan pekerjaan, menderita penyakit yang berkepanjangan, dan lain-lain, karena Allah sangat dekat, maka bersikaplah dengan penuh kesabaran, karena sesungguhnya Allah telah berjanji “maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.
Mengikuti logika ini, muslim yang memiliki keyakinan akan keberadaan dan kekuatan Allah swt, otomatis akan terdorong untuk semakin mampu menghindarkan diri dari maksiat, mencuri, merampok, dan membunuh, terlebih dengan dalih tidak memiliki uang atau banyak utang, karena sikap dan perbuatan ini sangat bertentangan dengan nilai syariat dan hati nurani yang melarang manusia memakan hak orang lain secara batil.
Seseorang yang meyakini keberadaan Allah tidak akan mengemis, terlebih menjadikannya sebuah profesi dan menggunakan simbol Islam untuk memuluskan caranya. Islam melarang keras umatnya berpangku tangan dan bermalas-malasan, dan Nabi telah mengingatkan “tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah”.
Seseorang yang takut dan meyakini bahwa Allah dekat tidak akan mendekati dan mencoba narkotika, apalagi jatuh ke lembah pergaulan bebas dan prostitusi, perilaku seks yang menyimpang dengan salah satu dalih akibat broken home, dan kegagalan dalam rumah tangga.
Juga tidak mudah terpedaya dengan bujuk rayuan setan, sehingga begitu mudah mengkhianati ikatan suci yang sakral yang telah diikrarkan bersama, yang mengakibatkan anak yang tidak berdosa menjadi korban karena kehilangan kasih sayang. Tidak mudah putus asa, terlebih mengambil jalan pintas dengan cara mengakhiri hidup karena kehilangan pekerjaan dan kecewa akibat gagal dalam percintaan.
Seseorang yang meyakini betul bahwa jika Allah Swt berkehendak, maka tidak ada seorang pun yang dapat menghalanginya, akan merasa takut dalam menebarkan fitnah dan melakukan politik kotor demi meraih kekuasaan.
Allah Swt memberikan kekuasaan, kedudukan dan kemuliaan kepada siapa yang ia kehendaki, begitu juga sebaliknya, Allah dapat melenyapkan dan membumihanguskan apa yang dimiliki oleh hamba-Nya dalam sekejap waktu.
Manusia yang memiliki keyakinan akan kebesaran Allah akan terdorong untuk menjaga hubungannya dengan Allah, sehingga terbentuk ketekunan dan kekhusyukan dalam beribadah, terlebih dalam melaksanakan shalat lima waktu.
Dengan demikian, ia akan malu melalaikan shalat bahkan semakin instens melakukan shalat berjamaah, gemar bersedekah, berzakat, bersikap dermawan terhadap fakir miskin, dan lain-lain.
Imbas dari hal itu, ia mampu menjaga hubungan baik sesama manusia, semakin tawadhu’ dan lemah lembut. Semakin mengayomi dan melindungi meski memiliki kedudukan sosial yang tinggi, semakin rendah hati dan ber-akhlakul karimah, tidak mudah menggurui dan melecehkan pasangan, kawan dan gurunya meski ia berilmu tinggi. Wallahu a’lam
DARLIS MUHAMMAD (REDAKTUR SENIOR MEDIA ALKHAIRAAT)

