BARCELONA, MAL. Hampir dua dekade lalu, seorang bayi berusia lima bulan tampak tenang saat dimandikan oleh pesepak bola muda bernama Lionel Messi dalam sebuah sesi pemotretan amal di Camp Nou.

Tak ada yang menyangka, bayi tersebut kelak tumbuh menjadi Lamine Yamal, salah satu bintang muda sepak bola yang kini mencuri perhatian dunia. Momen Lamine Yamal Messi ini menjadi viral.

Foto yang kembali viral di media sosial itu bukan sekadar potret kebersamaan dua generasi pesepak bola. Di balik gambar tersebut tersimpan kisah sebuah kebetulan yang kemudian menjadi bagian dari sejarah sepak bola modern.

Pemotretan ini kolaborasi Fundación FC Barcelona, Diario Sport, dan UNICEF untuk menggalang dana kemanusiaan bagi anak-anak.

Saat itu, Lionel Messi berusia 20 tahun dan mulai menapaki karier bersama tim utama Barcelona. Lamine Yamal hanyalah seorang bayi yang dibawa orang tuanya untuk mengikuti kegiatan amal tersebut.

Momen sederhana itu diabadikan oleh fotografer Joan Monfort. Bertahun-tahun kemudian, foto tersebut menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah sepak bola, mempertemukan Lamine Yamal Messi.

“Itu adalah sebuah kebetulan dalam hidup. Pada saat itu, tidak mungkin membayangkan apa yang akan terjadi hampir 20 tahun kemudian. Itu merupakan pertemuan berbagai hal yang hanya terjadi sekali,” kata Joan Monfort, sebagaimana dikutip UNICEF.

Lamine Yamal lahir pada 13 Juli 2007 di Esplugues de Llobregat, Barcelona. Sejak kecil, bakat sepak bolanya mulai terlihat ketika bergabung dengan akademi La Masia, tempat yang juga melahirkan Lionel Messi.

Perkembangannya sangat cepat. Yamal menembus tim utama Barcelona di usia yang sangat muda dan memecahkan sejumlah rekor sebagai pemain termuda yang tampil serta mencetak gol bagi klub.

Penampilannya yang konsisten membuat namanya segera menjadi bagian penting dalam sepak bola Spanyol. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, kreativitas, serta keberaniannya menghadapi pemain bertahan membuat Yamal digadang-gadang sebagai talenta terbaik generasi baru. Perbandingan Lamine Yamal Messi kerap muncul.

Meski kerap dibandingkan dengan Messi, banyak pihak menilai Yamal sedang membangun jalannya sendiri sebagai pesepak bola profesional.

Foto Messi bersama bayi Lamine Yamal mulai kembali menjadi perhatian dunia setelah ayah Yamal mengunggahnya ke media sosial pada 2024.

Dalam unggahan tersebut, ia menulis kalimat berbahasa Spanyol, “El comienzo de dos leyendas” atau “Awal dari dua legenda.” Unggahan Lamine Yamal Messi ini segera menyebar luas.

Bagi banyak penggemar sepak bola, foto Lamine Yamal Messi tersebut kini dipandang sebagai simbol pertemuan dua generasi.

Di satu sisi terdapat Lionel Messi, pemain yang selama lebih dari satu dekade mendominasi sepak bola dunia dengan berbagai gelar individu maupun tim.

Di sisi lain ada Lamine Yamal, pemain muda yang kini mulai menorehkan prestasi di level tertinggi meski usianya masih belia. Kisah Lamine Yamal Messi ini begitu memikat.

Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah keduanya memiliki benang merah yang sama. Messi dan Yamal sama-sama dibesarkan oleh akademi La Masia milik FC Barcelona serta sama-sama memiliki keterkaitan dengan berbagai kegiatan kemanusiaan yang melibatkan UNICEF.

Messi sendiri mulai bekerja sama dengan UNICEF sejak 2004 sebelum diangkat menjadi Duta Besar UNICEF pada 2010.

“Sepak bola telah memberi saya banyak kebahagiaan dan kesempatan,” kata Lionel Messi. “Saya ingin memanfaatkan pengaruh saya untuk mendukung kehidupan anak-anak di berbagai belahan dunia.”

Di balik viralnya foto Lamine Yamal Messi, tersimpan pesan bahwa sebuah momen sederhana dapat memiliki arti yang jauh lebih besar di masa depan.

Apa yang pada awalnya hanya merupakan sesi pemotretan untuk kegiatan amal kini menjadi dokumentasi langka yang mempertemukan dua sosok dari generasi berbeda dalam dunia sepak bola.

Foto tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang atlet besar sering kali dimulai dari kisah-kisah tak terduga.

Bagi Lionel Messi, itu mungkin hanyalah satu dari sekian banyak kegiatan sosial yang pernah diikutinya. Sementara bagi Lamine Yamal, foto tersebut menjadi bagian dari cerita awal perjalanan menuju panggung sepak bola dunia.

Kini, hampir dua puluh tahun setelah momen itu terjadi, gambar yang diabadikan di Camp Nou tersebut dikenang bukan hanya sebagai dokumentasi kegiatan amal, tetapi juga sebagai potret yang mempertemukan dua nama besar dalam lintasan sejarah sepak bola.