JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya dalam menjaga lingkungan melalui produksi nikel PT Vale yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di wilayah operasionalnya.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan prinsip net positive terhadap hutan serta no net loss biodiversity. Langkah ini diambil guna meminimalisir dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan yang dilakukan perusahaan.
“Maka PT Vale berani mengatakan saya ingin memposisikan PT Vale itu dalam hal hutan dampak terhadap hutan dan biodiversity itu net positive. Jadi kalau kita membuka lahan satu hektare, bagaimana kita bisa memperbaiki hutan 1,5 hektare deh. Jadi ada net positive-nya,” kata Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk dalam Jogja Financial Festival, Sabtu (23/05).
Selain fokus pada hutan, perusahaan juga memperhatikan kualitas air di sekitar area operasional. Kualitas air limpahan dari hasil produksi nikel PT Vale diklaim melampaui standar baku mutu yang ditetapkan pemerintah maupun lembaga internasional.
Bernardus meyakini bahwa standar tinggi yang diterapkan menjadikan komoditas mereka sebagai pendorong utama agenda transisi energi global. Hal ini memperkuat posisi PT Vale Indonesia Tbk sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan yang ramah lingkungan.
“Jadi memang ada beberapa betul-betul hal yang kita tekankan sehingga kita yakin, pede bahwa nikel yang diproduksi PT Vale itu bukan hanya komoditas, tapi bener-bener itu driver dari agenda dari transisi energi,” kata Bernardus Irmanto, Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk. ***

