DONGGALA – Sebanyak 158 desa di Kabupaten Donggala terancam tidak dapat membayar honor perangkat desa, pegawai syara, dan kader desa akibat Alokasi Dana Desa (DD) dan Dana Desa (DD) tahap I yang tak kunjung dicairkan.
Sekretaris Desa Toaya, Andi Rifai, mengatakan, keterlambatan pencairan ADD maupun DD dapat mempengaruhi program-program penting di desa.
Menurutnya, bagian keuangan Pemkab Donggala terlambat memproses penyaluran ADD/DD. Hal ini kata dia, akan menjadi sejarah di Donggala bila ADD/DD tidak tersalurkan.
“Sejarah bagi Pemda jika tidak salurkan ADD/DD di bulan puasa tahun ini. 10 tahun kami urus pencairan, nanti tahun ini terancam tidak tersalurkan,” ujarnya, Rabu (11/03).
Andi Rifai menjelaskan, pihaknya telah menghubungi bagian keuangan Pemkab Donggala terkait kepastian pencairan, namun belum ada jawaban.
Sementara, lanjut dia, waktu tinggal berapa hari menjelang lebaran, dan waktu buka Bank itu terakhir hari Senin 16 Maret 2026.
“Sampai hari ini belum ada kejelasan dari keuangan, kami sudah tanyakan di grup. Kami sangat berharap ADD dan DD ini bisa cair sebelum lebaran, karena kami harus membayar honor aparat desa, pegawai syara, dan kader desa,” pungkasnya.

