DONGGALA – Moh Taufik mengaku tak ada alasan khusus untuk tampil memimpin rapat paripurna pemberhentian dirinya dari kursi Ketua DPRD Donggala.
Menurutnya ini hanyalah penugasan sebagai pimpinan dewan, sekaligus memperlihatkan jiwa ksatria sebagai seorang politisi.
“Ya tidak ada alasan khsusus, memang, tergantung pimpinan DPRD siapa yang memimpin. Sebagai seorang politisi, saya memperlihatkan jiwa ksatria,” ujar Taufik kepada wartawan, Selasa (24/02).
Politikus yang akrab disapa Upik itu memandang hal ini sebagai langkah positif, di mana masing-masing pimpinan dewan diberikan kesempatan memimpin jalannya rapat.
Terkait pencopotannya, Upik menegaskan jabatan bisa datang dan pergi setiap saat. Ia menerima pencopotan dirinya sebagai ketua DPRD Donggala dengan perasaan santai.
“Jabatan itu hari ini bisa pergi, tapi bisa datang lagi esok hari. Jadi santai saja. Jabatan itu sementara, nyawa saja sementara jadi tidak perlu ditangisi,” sebutnya.
Upik juga menyatakan, momen pergantian ini bukan suatu hal yang sakral. Dia pun mengaku menerima dicopot dari kursi pimpinan DPRD Donggala.
“Sudahlah, ini hal yang biasa tidak perlu didramatisir,” pungkas dia.

