PARIMO – Memasuki hari kelima Ramadan, ketersediaan stok daging di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), baik daging sapi maupun ayam pedaging, dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat sehari-hari.
Untuk menjaga kualitas daging serta mencegah penularan penyakit hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Parimo (DPKH) terus menggencarkan vaksinasi terhadap hewan ternak milik masyarakat. Selain itu, penerapan biosekuriti di kandang-kandang ternak juga diperketat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Parimo, I Wayan Gede Purna, mengatakan pihaknya secara intensif melakukan pemantauan kesehatan hewan, khususnya di wilayah perbatasan, guna mengawasi lalu lintas ternak yang masuk ke Parimo.
“Upaya ini dilakukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya virus penyakit hewan dari luar daerah. Petugas kami sudah melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak milik masyarakat,” ujarnya saat ditemui, Senin (23/2).
Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu Parimo sempat terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, penyakit tersebut telah berhasil dikendalikan dan saat ini tidak ditemukan lagi kasus serupa.
Meski demikian, Wayan mengingatkan masyarakat, khususnya para peternak, agar tetap waspada. Potensi penularan penyakit hewan, kata dia, dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama melalui hewan ternak lintas daerah.
“Kami mengimbau pemilik ternak agar tidak memberikan akses bebas kepada pedagang atau hewan dari luar daerah untuk keluar masuk kandang ternak,” tegasnya.
Menurutnya, kewaspadaan bersama sangat penting untuk mencegah kembali merebaknya penyakit pada hewan ternak yang dapat berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, selama bulan suci Ramadan, penjualan daging di Parimo diperkirakan tetap stabil. Stok ayam pedaging dinilai cukup banyak dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri mendatang.
“Untuk saat ini, kondisi daging yang beredar di pasaran aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya.

