PALU– Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Kodam XXIII/Palaka Wira melalui Satuan Peralatan Daerah Miiter (Paldam) XXIII/PW terus mengembangkan inovasi budidaya perikanan air tawar berbasis bioflok, sebanyak 14.000 bibit lele dibudidayakan sebagai tahap awal pengembangan program, di Markas Paldam, Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira dalam mengoptimalkan potensi satuan guna memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita mengatakan, program tersebut merupakan wujud sinergi TNI AD dengan kementerian dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kapaldam XXIII/PW Kolonel Cpl Anthoni P. Sinaga menegaskan bahwa pengembangan budidaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat.

“Ke depan, kami meningkatkan kapasitas produksi dengan melibatkan masyarakat di luar militer. Ini merupakan kolaborasi terbuka untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno, menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya memfasilitasi keterlibatan pelaku UMKM dalam rantai pasok produksi.

Pertemuan menghasilkan kesepakatan menyusun dokumen perencanaan kerja lintas sektoral sebagai tindak lanjut pengembangan program secara berkelanjutan. Dokumen tersebut menjadi bahan paparan kepada pimpinan daerah maupun pusat guna memperkuat dukungan kebijakan dan pengembangan program ke depan.

Melalui program tersebut, Kodam XXIII/Palaka Wira menegaskan komitmennya terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan dan ketahanan pangan nasional.

Program pengembangan budidaya lele tersebut dibahas dalam pertemuan silaturahmi digelar di Markas Paldam XXIII/PW, Jalan Maluku, Rabu (11/2), yang dihadiri Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, Kapaldam XXIII/PW Kolonel Cpl Anthoni P. Sinaga, serta sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah.

Turut hadir Kepala Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu (BPPMHKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Hamza, beserta jajaran, yang mendorong agar Paldam XXIII/PW segera mengantongi sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Sertifikasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk, sehingga mampu menembus pasar ritel modern hingga peluang ekspor.

Sebagai bagian dari hilirisasi, Paldam XXIII/PW telah menghasilkan produk awal berupa lele kemasan beku (frozen food), diharapkan mampu memberi nilai tambah secara ekonomi.***