Sabar, inilah kata yang paling populer dan tiap hari kita dengar, Meski begitu ada banyak yang tidak mengetahui makna sabar itu sendiri. Bahkan sampai ada penyelewengan kata yang suci ini menjadi hal yang negatif.

Pada dasarnya kata sabar adalah kata yang positif, di mana orang yang mengamalkan kata ini adalah sebuah motivasinya.

Sabar bukanlah hal yang membuat pelakunya menjadi malas berfikir atau berbuat karena menganggap menerima apa adanya adalah sabar.

Sabar tidak berarti diam dan bodoh, karena pada hakekatnya sabar yang tepat adalah di mana ada waktunya melakukan suatu hal dengan tepat. Bukan berarti sabar itu ada batasannya.

Sabar itu tidak memiliki batasan, sabar itu luas dan menyenangkan. Banyak orang bilang sabar itu lelah ataupun pahit. Ya memang benar sabar itu buat kita lelah tapi apa yang telah kita lakukan dalam kesabaran adalah nilai yang tidak dapat terhitung jumlahnya anggap saja bahwa kita sedang berinvestasi menuju akhirat dalam kesabaran.

Sabar menjalani hidup dengan segala kondisinya, tidak tergesa-gesa mendapatkan hasil, dan tetap semangat menghadapi cobaan apa pun adalah sikap yang bersinergi dengan sunnatullah.

Lihatlah tanaman tidak langsung berbuah saat ditanam. Buahnya pun tak langsung masak saat muncul, bahkan harus menunggu berbulan-bulan untuk mencapai musim panen.

Sang janin dalam kandungan ibunya tak langsung lengkap anggota tubuhnya. Ia harus menunggu berbulan-bulan untuk menjadi sempurna.

Allah SWT bahkan mengajarkan, penciptaan langit dan Bumi berlangsung selama enam hari. Padahal Allah bisa mencipatakannya dalam sekejap hanya dengan mengatakan “kun fayakuun”.

Ini semua untuk mengajarkan pentingnya sifat sabar melalui berbagai proses hidup dan kehidupan.

Para ulama membagi sifat sabar dengan tiga wajah. Pertama, sabar menaati Allah. Mengapa? Sebab untuk menjalankan semua rukun Islam sangat membutuhkan kesabaran.

Shalat, misalnya. “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS Thaha: 132).

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS Al-Baqarah: 45).

Allah SWT mengaitkan antara sabar dan shalat bahwa seseorang tak akan menegakkan shalat dengan benar tanpa kesabaran dirinya.

Hidup bersama dengan orang-orang beriman, membantu mereka, berdakwah bersama mereka, membimbing mereka menaati Allah, juga membutuhkan kesabaran.

Juga lihat QS Al-Kahfi: 28. Bahkan ada dua tugas pokok seorang Muslim yang keduanya saling berkait tak terpisahkan untuk mendapatkan kebahagiaan, yaitu saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.

Kedua, sabar menjauhi maksiat. Sabar mengendalikan gejolak nafsu jangan sampai terseret kepada dosa. Sabar menahan diri dari perhiasan dunia yang selalu menggodanya. Sabar meninggalkan harta haram yang menggiurkan. Sabar tidak mendekati jalan-jalan zina yang selalu memanggilnya.

Rasulullah SAW menyebutkan, ini adalah jalan ke surga. “Surga diselimuti dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, sementara neraka diselimuti dengan hal-hal yang menggiurkan.”

Ketiga, sabar menjalani ujian Allah SWT bahwa hidup dan mati, senang dan susah, mudah dan sulit, semua adalah ujian. Banyak orang bertahan pada saat diuji dengan kesulitan, namun malah ia jatuh pada saat diuji dengan kemudahan.

Banyak semut justru mati di dalam gula. Seekor kera tidak jatuh pada saat diembus angin kencang. Malah ia jatuh pada saat diembus angin sepoi-sepoi. Wallahu a’lam

DARLIS MUHAMMAD (REDAKTUR SENIOR MEDIA ALKHAIRAAT)